Sebagai Daerah Destinasi Wisata, Anambas Harus Berbenah Diri
Oleh : Fredy Silalahi
Selasa | 20-06-2017 | 11:50 WIB
batu-bersejarah-anambas-01.gif
Batu bersejarah salah satu destinasi wisata di Kabupaten Anambas. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Provinsi Kepulauan Riau merupakan satu dari sepuluh daerah yang ditetapkan sebagai destinasi wisata dengan branding baru. Hal tersebut diutarakan oleh Menteri Pariwisata, Arif Yahya beberapa waktu lalu.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Anambas, Raja Bayu menanggapi, agar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas lebih agresif untuk berbenah diri. Tujuannya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Anambas.

"Dari target Kemenpar, kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2019 mendatang harus mencapai 20 Juta. Kita belum terlambat, kita masih punya waktu untuk membantu Pemerintah Pusat mencapai target itu. Caranya kita harus berbenah diri, karena sudah banyak Pemerintah Pusat mengakui potensi alam Anambas untuk bidang pariwisata," ujar Raja Bayu, Selasa (20/6/2017).

Bayu menambahkan, Great Kepri ditetapkan sebagai destinasi wisata dengan branding baru. Menurutnya, Pemkab Anambas harus menyelaraskan branding destinasi dengan wonderful Indonesia.

"Sesuai instruksi Kemenpar, unsur 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas) harus dimaksimalkan. Karena wisatawan pasti butuh fasilitas seperti penginapan, sarana akomodasi, dan atraksi unggulan seperti budaya maupun seni. 3A ini harus diprioritaskan, karena ini yang memudahkan wisatawan berkunjung ke Anambas," jelasnya.

Ia menyarankan, hal tersebut juga harus didukung oleh pusat informasi yang disediakan Pemkab untuk melayani wisatawan. Pelancong, katanya, memiliki rasa penasaran yang tinggi.

"Sudah saatnya kita menunjukkan potensi daerah kepada wisatawan. Pusat informasi harus segera diterbitkan untuk mempermudah kunjungan wisatawan, jadi kemana yang dia inginkan sudah mudah. Kita belajar dari pengalaman wisatawan yang sebelumnya, dimana beberapa wisatawan masih begitu buta tentang Anambas, tetapi belum ada yang arahkan. Ini yang perlu dibenahi, agar kedepan tidak terjadi lagi," tegas Politisi Partai Golkar itu.

Sedangkan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas, Iwan K Roni mengatakan, untuk mencapai hal tersebut perlu sinergitas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

"Yang dibutuhkan untuk membangun sektor pariwisata, harus semua OPD terlibat. Jadi semua bersinergi, sehingga tujuan dari peningkatan kunjungan wisatawan bisa tercapai," katanya.

Editor: Gokli


BNN-KEPRI