Sejumlah Barang Kadaluarsa dan Tak Layak Konsumsi Dimusnahkan Satgas Pangan Bintan
Oleh : Harjo
Senin | 19-06-2017 | 16:50 WIB
Satgas-pangan-bintan-musnahkan-barang-tak-layak.jpg
Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto beserta instansi lainnya melakukan pemusnahan bahan makanan ilegal dari Malaysia (Foto: Harjo).

BATAMTODAY.COM, Tanjunguban - Selama bulan puasa dan untuk memastikan sejumlah makanan di tengah masyarakat tidak mengandung barang berbahaya bagi kesehatan, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Bintan, sudah beberapa kali melakukan kroscek langsung ke lapangan dan memeriksa sejumlah makanan yang diperjualbelikan.

Dari hasil kroscek tersebut, Satgas Pangan yang terdiri dari berbagai unsur baik Balai POM, Dinkes dan unsur lainnya, menemukan sejumlah makanan yang tidak layak dikonsumsi, baik karena sudah kadaluarsa atau karena tidak sesuai dengan izin edarnya.

"Dari hasil temuan, sejumlah makanan yang tidak layak konsumsi sudah musnahkan. Termasuk yang ditemukan dimiliki gudang pengusaha yang tidak memilii izin edarnya," tegas Kapolres Bintan, Ajun Komisaris Besar Polisi Febrianto Guntur Sunoto, di Mapolres Bintan, Senin (19/6/2017).

Walaupun Guntur tidak menyebutkan secara rinci barang apa saja yang dimusnahkan, namun dari hasil kroscek yang dilakukan oleh Satgas Pangan, baik yang dilakukan oleh BPOM dan Dinas Kesehatan, memang menemukan senjumlah makanan yang tidak layak konsumsi dan hasil temuan tersebut langsung dimusnahkan.

Terkait adanya temuan makanan seperti dari penjualan takjil yang diperdagangkan, namun tidak layak konsumsi, pihak pedagangan sudah diberikan sanksi administrasi.

Sampai sejauh ini, sangsi yang dikenakan terhadap para pedagang masih bersifat pembinaan dan diharapkan untuk tidak mengulang lagi perbuatan yang bisa merugikan orang lain.

Dr Gama AF Isnaini, Kadis Kesehatan Bintan (Foto: Harjo)

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bintan, Dr Gama AF Isnaini menyampaikan, pihak Dinkes sebagai bagian dari Satgas Pangan Bintan, sampai sejuah ini berperan memberikan pembinaan terhadap para pedagang yang melakukan kasalahan. Tujuannya agar apa yang dilakukan dan berbahaya bagi kesehatan tidak terulang lagi. Terutama para pelaku home industri.

"Karena terkait pengawasna juga inten dilakukan saat menjelang bulan puasa. Selanjutnya, dilakukan kroscek ke lapangan, apabila berisifat insidentil. Artinya lebih banyak menunggu laporan dari masyarakat," terangnya.

Editor: Udin


BNN-KEPRI