Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ini Cara Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa
Oleh : Redaksi
Senin | 19-06-2017 | 09:51 WIB
bau-mulut-01.gif Honda-Batam
Ilustrasi

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pada saat puasa, risiko terkontaminasi kuman penyebab infeksi tenggorok dan daerah mulut tak dipungkiri lebih tinggi. Berkurangnya produksi air liur adalah penyebab utamanya karena air liur berfungsi sebagai antiseptik alami dalam mulut.

Dengan berkurangnya air liur, mulut menjadi lebih kering dan kuman lebih mudah berkembang biak dalam mulut. Jika sudah terjadi gangguan infeksi, mulut mengeluarkan bau, muncul sariawan, sakit tenggorokan atau bisa alami influenza saat berpuasa.

"Pada saat puasa, jumlah air liur di mulut berkurang karena kurangnya asupan cairan sehingga kontaminasi bakteri dan virus mudah terjadi. Hal ini disebabkan karena kurangnya lapisan air liur di mulut yang seharusnya dapat melawan bakteri. Itu sebabnya kesehatan daerah mulut harus lebih diperhatikan," terang dr. Syahrial M. Hutauruk, SpTHT-KL(K) dalam press release tentang pentingnya menjaga kesehatan tenggorakan saat berpuasa.

Salah satu cara untuk menjaga kesehatan mulut, menurut dr. Syahrial adalah dengan mencermati jenis makanan yang dikonsumsi saat buka puasa dan sahur. Makanan berminyak, berlemak dan berkadar gula tinggi sebaiknya dikurangi konsumsinya.

Selain itu, menjaga kondisi flora bakteri baik yang ada dalam mulut sehingga infeksi dapat dicegah. Salah satu caranya adalah dengan melakukan kumur-kumur secara pelan (gargle) dari rongga mulut hingga pangkal tenggorok menggunakan obat kumur antiseptik yang mengandung Pivodone-Iodine.

Secara klinis, melakukan gargle dengan menggunakan obat kumur antiseptik ini dapat membunuh kuman penyebab gangguan tenggorokan dan mulut, serta mencegah penyebarannya.

Idealnya, waktu berkumur jangan terlalu lama, cukup 30 detik saja agar flora normal daerah rongga mulut dan tenggorok terjaga.

Pada bulan puasa, berkumur-kumur ini sebaiknya dilakukan dua kali sehari, saat Sahur setelah makan dan sebelum tidur untuk mengurangi risiko pertumbuhan jamur, bakteri dan virus di di daerah mulut dan tenggorok.

Selain berkumur, gangguan tenggorok pada saat puasa juga dapat dicegah dengan rajin mengkonsumsi cukup air putih, memiliki pola makan seimbang, berhenti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, mengurangi makan berminyak, berlemak dan tinggi kadar gula dan tentunya juga rajin sikat gigi untuk memastikan kebersihan mulut terjaga.

Sumber: CNNIndonesia
Editor: Gokli