Telan Dana APBN Rp120 M

Pelabuhan Dompak Rusak Parah, Dermaga Ponton Hanyut Terbawa Arus
Oleh : Charles Sitompul
Sabtu | 17-06-2017 | 20:39 WIB
Ponton-Pelabuhan-Dompak-hancurrr-728x349.gif
Beginilah kondisi tiang ponton dermaga apung serta titi dermaga Pelabuhan Dompak yang lepas (Foto: Charles Sitompul)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Pelabuhan Dompak, yang baru saja selesai dibangun, kini mengalami rusak parah. Pelabuhan Dompak-Tanjungpinang yang menelan dana APBN sebesar Rp120 miliar ini, hancur sebelum digunakan.

Kerusakan terleihat di bagia plafon dan atap. Kaca gedung pelabuhan juga pecah dan rusak parah. Ponton apung pelabuhan yang dibangun Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang itu, kini telah lepas dan hanyut terbawa arus laut.

Informasi yang diperoleh BATAMTODAY dari masyarakat Pulau Dompak, Ponton (dermaga apung) tersebut lepas dari tiang ponton pada Sabtu (17/6/2017) pagi. "Pontonnya lepas dari tiang pancang tadi pagi dan hanyut terbawa arus laut," sebut Hartono pada BATAMTODAY.COM, Sabtu sore.

Ponton dermaga apung yang hanyut terbawa arus laut (Foto: Charles Sitompul)

Warga Dompak ini juga mengatakan, pada saat ponton dermaga apung Pelabuhan Dompak itu lepas dari tiang pancang sebenarnya kondisi angin dan gelombang tidak terlalu kuat. Namun akibat fender karet dan dan roller pile guard (roda pengikat ponton ke tiang) lepas, membuat ponton apung dermaga itu hanyut.

"Gelombang dan angin tidak terlalu kuat, hanya memang Dermaga itu sudah hancur, dan tidak ada yang menjaga," ujarnya. "Akibat ponton lepas dan hanyut, plat grating atau titian dermaga juga ambruk dan terjatuh ke laut," tambahnya.

Kondisi dermaga apung ponton Pelabuhan Dompak-Tanjungpinang yang hanyut, juga sempat dilaporkan sejumlah masyarakat ke KSOP Tanjungpinang. Informasinya, dermaga apung Pelabuhan Dompak --yang telah hampir lebih 6 tahun dikerjakan, ditemukan di perairan Penyengat dan telah ditarik ke Pulau Bayen.

Kepala KSOP Tanjungpinang, Rajuman Sibarani, yang dikonfirmasi atas rusak dan hanyutnya dermaga ponton Pelabuhan Dompak Tanjungpinang ini, belum memberikan jawaban.

Upaya konfirmasi wartawan yang beberapa kali datang ke kantornya, serta melalui handphone yang bersangkutan, juga tidak membuahkan hasil.

Sebagaimana diketahui, proyek Pelabuhan Dompak-Tanjungpinang dibangun menggunakan dana APBN dari Kementerian Perhubungan sejak 2010 lalu. Kendati dari awal proyek ini terkesan menjadi ajang KKN dan Korupsi, namun KSOP Tanjungpinang hampir selama 6 tahun, rutin mengalokasikan anggaran untuk pengerjaan kelanjutan proyek.

Titi dermaga Pelabuhan Dompak yang ambles ke laut (Foto: Charles Sitompul)

Bahkan, dari 6 tahun pelaksanan proyek dengan tahun tunggal (berkelanjutan-red), pemerintah pusat melalui APBN telah menghabiskan Rp120 miliar dana untuk membangun proyek pelabuhan tersebut.

Proyek pembangunan pelabuhan terakhir dikerjakan pada 2015 lalu, dengan alokasi dana kurang lebih Rp6 miliar. Dari Rencana Umum Pengadaan KSOP, Kementeriaan Perhubungan tahun 2016 lalu, juga kembali mengalokasikan anggaran Rp6 miliar lebih dari APBN untuk pelaksanaan finishing.

Namun, akibat pelaksanan proyek sebelumnya diduga kuat banyak bermasalah dan terindikasi korupsi, Menteri Keuangan enggan meloloskan penggunaan dana lanjutan finishing proyek tersebut. Saat ini, kondisi pelabuhan, kembali rusak parah dan sejumlah bangunan fisiknya hancur.

Editor: Udin


BNN-KEPRI