Susi Air Ditembak, AirNav Indonesia Selidiki Ketinggian Pesawat
Oleh : Redaksi
Sabtu | 17-06-2017 | 19:38 WIB
dorong-susi-Air.gif
dok Polda Papua Pesawat Susi Air jenis Pilatus PK-BVC saat dievakuasi ke parkiran apron Bandara Mulia, Jumat (16/5/2017)

BATAMTODAY.COM, Makassar - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav) Indonesia belum mendapat data pasti ketinggian pesawat Susi Air jenis Pilatus PK-BVC yang ditembak.

"Kita belum mendapatkan data pasti, intinya pada saat terbang ditembak dari bawah. Sehingga ada sebagian body pesawat bekas peluru," kata Direktur Utama Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (AirNav) Indonesia, Novie Riyanto saat mengecek kesiapan Kantor Cabang Utama AirNav Indonesia, Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Jumat (16/6/2017).

Novie menegaskan, pihak KNKT sementara melakukan investigasi. Di mana, pesawat akan diperiksa secara keseluruhan untuk mengungkapnya.

"Di pesawat kan ada fligh line-nya, terus dilihat di radar. Kalau tertangkap di radar, kita lihat di titik mana ditembak. Barulah kita tahu di ketinggian berapa ditembak," tegasnya.

Terkait pembakan pesawat saat terbang, Novie meminta pihak terkait menangani masalah ini. Di mana, peristiwa ini sangat mengganggu dan mengancam keselamatan.

"Tidak bisa menangani sendirian, kita nanti akan bekerja sama dengan pihak-pihak lainnya, bekerja sama dengan TNI AU maupun KNKT," tambahnya.

Sebelumnya diketahui, pesawat Susi Air jenis Pilatus PK-BVC mendarat darurat di Bandara Kota Mulia Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (16/6/2017) sekitar pukul 09.20 WIT.

Pesawat tersebut membawa 8 penumpang yang terdiri atas 5 anggota Brimob dan 2 orang masyarakat sipil.

Peristiwa itu berawal sekitar pukul 08.50 WIT, pesawat Pilatus PK-BVC terbang dari Mulia menuju Distrik Lumo. Lalu pada pukul 9.20 WIT, pesawat Pilatus PK-BVC kembali mendarat di Bandara Mulia.

Namun pada saat landing, dengan jarang sekitar 300 meter dari apron, pilot mematikan mesin pesawat karena mengalami kempes di ban kanan.

Kemudian dengan bantuan aparat keamanan dan masyarakat, pesawat bisa dievakuasi dengan didorong menuju tempat parkir di apron pesawat dengan jarak sekitar 300 meter, pada pukul 10.04 WIT.

Setelah diperiksa oleh personel kepolisian, didapati lubang yang diduga akibat tembakan pada pelek ban roda sebelah kanan pesawat, serta terdapat sebuah lubang pada badan pesawat bagian bawah depan.

Akibat kejadian tersebut, aktivitas penerbangan sempat terganggu selama sekitar 45 menit. Saat ini, penerbangan dapat kembali berjalan normal.

Sumber: Kompas.com
editor: Udin


BNN-KEPRI