Juragan Kuda Ini Tewas Usai Duel dengan Kawanan Perampok
Oleh : Redaksi
Sabtu | 17-06-2017 | 18:02 WIB
masyarakat-melihat-di-TKP.gif
Abdul Waris 60 tahun, warga Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli Polewali Mandar Sulawesi Barat tewas setalah bergulat melawan kawanan perampok yang menyatroni rumahnya Sabtu (17/6/2017) dinihari tadi.(KOMPAS.com/JUNAEDI)

BATAMTODAY.COM, Mamuju Tengah - Abdul Waris (60), seorang juragan kuda di Polewali Mandar, Sulawesi Barat tewas bersimbah darah di rumahnya setelah terlibat perkelahian dengan kawanan perampok yang menyatroni rumahnya di Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Sabtu (17/6/2017) dini hari tadi.

Nurliah (55), istri korban mengatakan, perampok yang diperkirakan lebih dari dua orang ini masuk lewat pintu belakang.  Abdul sendiri tengah tertidur di ruang belakang tersebut.

Nurliah mengaku dirinya berada di kamar lain saat kawanan perampok menyatroni rumahnya. Dia menyebutkan, ia sempat mendengar suara keributan yang diduga korban sedang melakukan perlawanan terhadap para perampok.

Saat dirinya mendatangi kamar suaminya, kawanan perampok pun langsung mengancam dia

“Semua lampu-lampu dimatikan. Mereka minta uang hasil penjualan kuda sambil mengancam akan membunuh jika permintaan mereka ditolak,” ujar dia.

Karena ketakutan, Nurliah pun menyerahkan uang sebesar Rp16 juta.

Uang tersebut merupakan hasil penjualan seekor kuda beberapa jam sebelum insiden pembunuhan ini terjadi.

Warga yang kaget mengetahui kejadian terbunuhnya korban langsung mendatangi lokasi untuk melihat langsung peristiwa yang menewaskan salah satu tetangga mereka itu.

Sejumlah kerabat korban termasuk putri korban yang mengetahui kejadian dan baru tiba dari rumah kerabatnya sontak histeris.

Aparat kepolisian beserta TNI yang tiba di TKP pun langsung menyisir seluruh bagian rumah hingga di luar halaman untuk mencari barang bukti.

Untuk keperluan otopsi, jenazah korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Polewali Mandar.

Kepolisian menduga para pelaku mengetahui persis jika di rumah korban tersimpan uang belasan juta dari hasil penjualan kuda.

Sejumlah saksi-saksi di sekitar lokasi termasuk istri korban kini sedang dimintai keterangan untuk mengungkap kasus perampokan menjelang Lebaran ini.

Sumber: Kompas.com
Editor: Udin


BNN-KEPRI