Ngadiman, 26 Tahun Tekuni Pekerjaan Membuat Kapal Nelayan Tradisional
Oleh : Syajarul Rusydy
Selasa | 09-05-2017 | 12:50 WIB
pembuatankapal1.jpg

Salah seorang anggota Ngadiman sedang sedang memperbaiki dinding kapal. (Foto: Syajarul)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Sebagian masyarakat Kabupaten Bintan berprofesi sebagai nelayan, mengingat Kabupaten Bintan memiliki luas laut 96,74 persen, sedangkan daratan hanya 3,26 persen.

 

Tidak heran juga jika, masyarakat Kabupaten Bintan mahir dalam membuat kapal-kapal untuk nelayan tradisional. Seperti halnya Ngadiman (52) sudah menekuni pekerjaannya sebagi pembuat kapal selama 26 tahun.

Pada tahun 1982 bekerja dengan salah seorang pengusah kapal di Kijang, Kecamatan Bintan Timur (Bintim), dengan upah pertama hanya seribu rupiah sehari.

Seiring berjalannya waktu, Ngadiman mulai memberanikan diri untuk membuka usaha pembuatan kapal kayu, pada tahun 1993 dengan bermodalkan uang tabungan yang dikumpulnya selama 12 tahun.

"Sebelumnya saya juga ikut orang, kira-kira 12 tahun saya bekerja sama orang, dalam jasa pembuatan kapal. Akhirnya dengan tabungan yang ada saya coba buka sendiri, waktu itu pada tahuh 1993," beber Ngadiman saat ditemui di Bengkel Kapalnya, Jalan Tokojo Kijang, Selasa (9/5/2017).

Hingga kini, Ngadiman sudah memiliki pekerja sebanyak empat orang, yang tidak lain juga warga sekitar.

"Dalam membuat satu kapal, biasanya saya dibantu dengan empat orang pekerja, namun disaat-saat tertentu saya juga menganbil tenaga lepas," kata Ngadiman.

Untuk pembuatan kapal berukuran 27 GT, kata Ngadiman bisa memakan waktu 3 sampai 5 bulan, tergantung cuaca dan bahan. Karena selama ini pihaknya terkendala dengan bahan, seperti kayu saat ini terbilang sangat sulit.

"Untuk pengerjaan, kita tergantung bahan, karena sekarang ini kayu sangat sulit," aku Ngadiman.

Dalam setahun, Ngadiman bisa menghasilkan satu atau sampai dua kapal. Semua tergantung bahan, karena jika mengacu pada pesanan, Ngadimanan mengaku pesanan selalu ada, namun terkendala kayu.

"Kalau pesanan tu ada aja, cuman kita ini kesulitan untuk mencari bahan," kata Ngadiman.

Selain jasa pembuatan kapal, Ngadiman juga menerima servis kapal. Untuk megganti kayu-kayu kapal yang mulai mengalami pelapukan.

"Kita tidak hanya buat kapal saja, kita juga menerima jika ada yang servis kapalnya disini," tutur Ngadiman.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI