Bupati Lingga akan Ambil Langkah Hati-hati dalam Penertiban Tambang
Oleh : Nur Jali
Rabu | 13-04-2016 | 13:05 WIB
IMG_20160401_075450.jpg
Alias Wello lebih mementingkan investasi di bidang perikanan dan perkebunan ketimbang di bidang pertambangan (Foto: Nur Jali)

BATAMTODAY.COM, Dabosingkep - Menanggapi temuan Komisi I tentang perizinan tambang salah satu perusahaan yang beroperasi di Desa Tanjung Irat, Bupati Lingga Alias Wello mengatakan akan mengambil langkah hati-hati dan dalam waktu dekat akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek pertambangan tersebut.

Bupati Lingga Alias Wello mengatakan, saat ini dirinya sudah menyiapkan tim khusus untuk turun ke lokasi tersebut. Tujuannya adalah untuk mengecek letak permasalahannya, karena izin-izin yang dikeluarkan tersebut ditanda-tangani oleh Bupati sebelumnya dan hingga kini data-data tersebut masih dipelajari.

"Kita juga ingin menjaga investasi di Lingga, tapi saya juga akan bertindak tegas jika memang terbukti ilegal penambangannya. Karena kalau terlalu gegabah, saya khawatir nanti malah dibilang arogansi kekuasaan," kata Alias Wello.

Bupati Lingga mengatakan, sebagai pengusaha tambang, dirinya tentu sangat paham dengan persoalan-persoalan tambang di Kabupaten Lingga. Baik itu dampak positif dan negatifnya, sehingga ke depan dirinya lebih mementingkan investasi di bidang perikanan dan perkebunan ketimbang di bidang pertambangan.

"Kita kubur dulu investasi di bidang pertambangan, namun jika nanti ada yang memang sangat berminat untuk investasi di bidang ini, kita akan seleksi dengan ketat dan pengawasan yang ekstra agar persoalan-persoalan yang lalu tidak terulang kembali," ungkapnya.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan pertambangan, antara lain administrasinya, tata kelola penambangannya dan perniagaan. " Administrasinya betul, tapi belum tentu tata kelola tambangnya benar, ini harus kita perhatikan betul," ungkap pria yang akrab disapa Awe itu.

Yang jelas katanya lagi, selama ini ditemui di lapangan dan di Kabupaten Lingga khususnya, kebanyakan pengusaha tambang hanya meninggalkan masalah. Banyak lahan-lahan paska tambang yang tidak direklamasi dan banyak persoalan lainnya di birokrasi sendiri.

"Yang pasti saya minta waktu beberapa hari, nanti kita akan turun langsung," tutupnya.

Editor: Udin 


BNN-KEPRI