Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ketika Tuhan Menciptakan Wanita

Dan Ketika Wanita Berurai Air Mata
Oleh : sumantri
Minggu | 12-06-2011 | 08:13 WIB
Wanita.jpg Honda-Batam

Lukisan Wanita (Foto 1st)

Batam, batamtoday - Perempuan, wanita atau cewek, kadangkala dipandang sebelah mata. Suara mereka tak jarang diabaikan, kemolekkan yang mereka terima sebagai anugerah, terkadang objek empuk pelecehan. Yang lebih paranya lagi, seringkali wanita hanya sebagai simbol pelengkap dari kesuksesan individu superior yang bernama 'laki-laki', meski pada kenyataannya tak sedikit wanita yang terjerumus dalam lembah keburukkan seperti prostitusi, penipuan dan korupsi.

Dalam banyak literatur, seorang penyair sekelas Khalil Gibran (seniman, penyair, dan penulis Lebanon, 1883 - 1931) merefleksikan wanita sebagai 'Mahkota Dunia'. Semua agama yang ada di bumi ini sepakat menempatkan wanita sebagai mahluk yang paling mempengaruhi jalannya roda kehidupan. 

Namun tahukah anda, sebuah tulisan menarik menjabarkan betapa kita sangat memerlukan wanita dalam semua denyut hidup yang kita jalani. Ada sebuah hikayat yang menggambarkan betapa wanita sangat istimewa di mata Sang Pencipta. Bahwasanya, ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,

"Mengapa begitu lama menciptakan wanita, Tuhan?"
Tuhan menjawab, "Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?" Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".

Malaikat menjawab dan takjub, "Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!
Tuhan menjawab, "Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari".

Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya, "Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?"
Tuhan menjawab, "Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata."
"Untuk apa?", tanya malaikat.

Tuhan melanjutkan,
"Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita. Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran. Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.

CINTANYA TANPA SYARAT. HANYA ADA SATU YANG KURANG DARI WANITA, DIA SERING LUPA BETAPA BERHARGANYA DIRINYA..."