PKP

Cadangan Capai 2,4 Juta Ton, Mentan Jamin Kestabilan Harga Beras
Oleh : Redaksi
Sabtu | 15-09-2018 | 16:20 WIB
beras13.jpg honda-batam
Pedagang beras di Kota Batam. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjamin harga beras di tingkat pengecer akan stabil rendah. Keyakinan tersebut didasarkan pada cadangan stok beras yang dimiliki Perum Bulog.

Berdasarkan data yang dikantongi Amran hingga awal September, pasokan beras di seluruh gudang Bulog mencapai 2,4 juta ton. Cadangan tersebut, 1 juta di antaranya berasal dari beras impor.

Sementara itu yang lainnya, berasal dari serapan beras petani. "Harga beras naik itu kalau stoknya kurang. Sekarang di gudang penuh bahkan Bulog sampai harus sewa gudang," katanya di Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Amran berharap melimpahnya pasokan beras tersebut nantinya diimbangi kesadaran pedagang. Dengan pasokan tersebut ia berharap pedagang tak lagi mencari alasan untuk menaikkan harga beras.
Lihat juga: Mendag Enggar Sebut Tanpa Impor Beras, RI Bisa Chaos

"Tolong semua pengusaha beras, jangan naikkan harga. Ambil untung silahkan, tapi yang wajar," katanya.

Sementara itu walau Amran mengatakan stok aman dan harga stabil rendah, beras di sejumlah daerah masih belum dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Untuk beras kelas medium misalnya, walau sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras harganya dipatok di level Rp9.450 per kilogram, beras masih banyak dijual di atas level harga tersebut.

Tapi berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Jumat (14/9) harga beras medium I di sejumlah wilayah di Indonesia seperti; Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta masih berkisar Rp10 ribu per kilogram (kg).

Di Jawa Barat, Yogyakarta, dan Banten, harga beras kelas medium I malah masih di atas Rp11 ribu per kg. Sementara itu di Jakarta, harga beras kualitas medium I sudah mencapai Rp13.950 per kg.

Sementara itu, untuk mengatasi kenaikan harga Bulog berencana menggelar operasi pasar. Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan dalam operasi pasar tahap awal, beras akan dijual Rp8.750 per kilogram.

"Tapi kami sekarang bersaing dengan harga Rp8.200 karena masyarakat pasti memilih itu," katanya.

Budi mengatakan selain stok 2,4 juta ton, Bulog masih mempunyai harapan tambahan pasokan beras dari masyarakat. Sampai akhir tahun, ia memperkirakan pasokan beras bisa mencapai 3 juta ton.

Dengan pasokan beras melimpah tersebut Budi yakin Bulog bisa menggelontorkan beras sebanyak 15 ribu kg untuk keperluan operasi pasar. "Tapi ternyata sekarang daya serap cuma 2 ribu per hari," katanya.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Yudha