PKP

Perusahaan Jepang Dipastikan Ikut Tender Pengelolaan Air Baku di Batam
Oleh : Nando Sirait
Jum\'at | 31-08-2018 | 15:40 WIB
deputi-eko11.jpg honda-batam
Deputi IV BP Batam, Eko Budi Soepriyanto. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Perusahaan swasta penyedia air minum asal Jepang, Yokohama Water memastikan diri ikut ambil bagian dalam lelang tender pengelolaan air baku Kota Batam.

Diketahui pengelolaan air baku yang selama ini dikelola oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB) Sudah memasukki masa akhir konsesi yang akan berakhir di tahun 2020 mendatang.

Deputi IV BP Batam, Eko Budi Soepriyanto menyampaikan. Yokohama Water pernah menjalin kerjasama dengan perusahaan air di Indonesia. Latarbelakang dan kinerja perusahaan air asal Jepang itupun terbilang baik.

Eko mengatakan, total ada 23 investor yang sudah menyatakan minatnya ikut tender saat ini. Rata-rata perusahaan dari luar negeri, namun ikut menggandeng perusahaan dalam negeri.

"Ada Yokohama Water, Manila Water, dan lainnya," ujarnya, Jumat (31/8/2018).

Eko menambahkan, pilihan terbaik memang jadi syarat untuk pemenang tender pengelolaan air di Batam ke depannya. Lantaran air yang dikelola itu diperuntukkan melayani masyarakat.

"Saat ini air memang jadi primadona. Yang tidak bergerak di bidang airpun, mau ikut main air. Dia bekerjasama dengan perusahaan lainnya. Tapi kita akan lihat yang terbaik lagi nantinya," kata Eko.

Di sisi lain, tim panitia tender pengelolaan air sudah melakukan rapat dan membuat jadwal untuk rencana market sounding Dam Tembesi dan tahapan lainnya. Tim itu terdiri dari beberapa kedeputian di BP Batam.

Eko melanjutkan, pihaknya cukup serius dengan rencana tender pengelolaan air di Dam Tembesi ini. Mereka bahkan sampai belanja masalah terkait air ke beberapa daerah, seperti Palembang, Semarang, dan Bandung.

"Kami juga bekerjasama dengan konsultan untuk menangani tender ini," kata Eko.

Sebelumnya, Manila Water Company (MWC) akan ikut berkompetisi dalam rencana tender pengelolaan air di Batam. Hal ini dibenarkan Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan. Bahkan dikatakan, MWC tertarik mengikuti dua tender sekaligus. Yakni untuk tender instalasi pengolahan air di Dam Tembesi dan konsesi air Batam setelah 2020.

Ia tak menampik kiprah MWC dalam pengelolaan air selama ini terbilang bagus. Apalagi perusahaan tersebut juga sudah melaksanakan konsep pengelolaan air bersih sekaligus air limbah. Itu sesuai dengan hal yang akan yang diterapkan di Batam, setelah konsesi air dan sistem perpipaan air limbah dengan bantuan dana dari Korea Selatan untuk wilayah Batam Center, selesai pada 2020 mendatang.

Adhya Tirta Batam (ATB) dan beberapa perusahaan besar lainnya, juga akan berpartisipasi dalam rencana tender pengelolaan air itu. Deputi IV BP Batam, Eko Budi Soepriyanto mengatakan, BP Batam memang memberi kesempatan luas kepada investor yang tertarik ikut tender pengelolaan air di Batam.

Editor: Yudha