PKP

Bayi Kembar Siam di Batam Butuh Uluran Tangan
Oleh : Romi Chandra
Kamis | 12-07-2018 | 19:40 WIB
kembar-siam.jpg honda-batam
Seperti inilah kondisi Gilang Andika (2 bulan), lahir dengan dua wajah dan otak. Membutuhkan uluran tangan. (Foto: Romi Chandra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Seorang bayi berusia sekitar dua bulan, Gilang Andika, lahir dengan kondisi satu badan dua muka. Meski keadaannya kian lemas, namun bayi kembar siam ini hingga kini masih terus bertahan.

Anak ketiga dari pasangan Mustafa (32) dan Erlina Sari (30), lahir di Rumah Sakit Camatha Sahidya, Mukakuning, Batam pada 7 Mei 2018 lalu. Kondisinya kian melemah dan berat badannya terus mengalami penurunan.

Ditemui di kediamannya, Rusun Pemda 1 Mukakuning Blok G Lantai 3, Seibeduk, hingga kini, Erlina bersama Mustofa, sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan. Sebab, saat anaknya lahir, suaminya juga harus kehilangan pekerjaan karena diberhentikan oleh pihak perusahaan tempatnya bekerja.

"Suami saya kerja sebagai sekuriti, kontrak kerjanya diputus, karena sering tidak masuk saat bayi saya lahir. Kondisi anak ketiga saya seperti ini membuat suami saya harus bolak balik ke rumah sakit, dan tidak masuk kerja. Saat masuk kerja, kata kantornya kontrak sudah habis," akunya, Kamis (12/7/2018).

Dilanjutkan, saat hamil dan dilakukan USG, pihak rumah sakit mengatakan kalau ukuran tengkorak lebih besar dari bayi normal. Selain itu, posisi anak yang sunsang membuat operasi harus dilakukan saat melahirkan.

"Anak ketiga kami ini memiliki dua otak dan dua wajah, namun hanya satu tenggorokan. Kondisi ini menyulikannya menelan makanan. Bahkan susu yang diberi sering dikeluarkan lagi. Ini kuasa Allah," jelasnya pasrah.

Sementara Mustafa, mengaku akan berupaya semaksimal mungkin untuk anak ketiganya, meski saat ini ia tidak lagi memiliki penghasilan. Namun tekatnya tetap tidak tergoyahkan demi si buah hati.

"Ya harus bagaimana, hidup harus terus dijalani. Kalau boleh jujur, memang sedih, saat Allah menguji dengan kelahiran anak kami, di tempat kerja saya juga diuji dengan diberhentikan. Namun saya akan terus konsultasi dengan dokter spesialis untuk kondisi anak saya. Kalau tidak bisa di sini, dibawa ke Jakarta juga tidak masalah," ujarnya berusaha tegar.

Dengan kondisi yang dialami pasangan ini, semoga ada para dermawan yang mau mengulurkan sedikit rejekinya untuk mengurahi beban hidup dan membantu proses pengobatan bayi kembar siam tersebut.

Editor: Gokli