BP Batam Masih Hitung Aset Milik ATB

Dibuka Tahun 2019, Peserta Tender Pengelolaan Air di Batam Harus Memilih Hulu atau Hilir
Oleh : Nando Sirait
Rabu | 11-07-2018 | 10:16 WIB
atb-terbaik-2018.jpg honda-batam
ATB saat meraih pengharaan TOP Perusahaan Air Minum Terbaik 2018. (ATB)

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam, saat ini masih melakukan beberapa persiapan untuk melakukan tender pengelolaan air bersih di Kota Batam. Hal ini menjelang akhir konsesi atau perjanjian kerja sama yang sudah dilakukan PT Adhya Tirta Batam (ATB) dengan BP Batam.

Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan menyatakan, untuk rencana tender diperkirakan akan dilakukan pada pertengahan tahun 2019. Saat ini ia menjelaskan, sebanyak 20 perusahaan asing maupun lokal sudah menyatakan diri akan mengikuti tender pengelolaan air bersih Batam.

"Dari 20 perusahaan itu, ATB juga termaksud yang mengikuti tender. Namun saat ini belum bisa kami proses, karena kami masih belum menyelesaikan penghitungan seluruh aset milik ATB," ujarnya, Rabu (11/07/2018).

Saat ini, diakuinya, BP Batam sedang melakukan penghitungan nilai aset-aset yang dimiliki ATB. Memang, untuk pekerjaan itu perlu waktu yang tak sebentar. Mengingat aset yang dimiliki ATB sejak konsesi air dimulai 1995 lalu hingga saat ini, nilainya juga mencapai Rp1 triliun.

Setelah penghitungan nilai aset selesai, selanjutnya aset tersebut akan dikembalikan lagi ke pemerintah. "Seperti orang sewa rumah lah. Dikembalikan, tetapi rumah tetap dalam kondisi baik. Setelah itu kita tender lagi," lanjutnya.

Selain penghitungan nilai aset, saat ini juga masih menunggu penetapan dari pemerintah terkait penanggungjawab proyek kerja sama (PJPK). Apakah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau BP Batam. Pihak BP masih melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat.

Diyakinkan Binsar, untuk pengelolaan air ke depan nantinya tak sepenuhnya akan dilakukan swasta dari hulu ke hilirnya. Dua bagian itu akan dipisah. Dari tujuh instalasi pengolahan air yang ada di Batam saat ini, diperkirakan akan dipilih satu atau dua pengelolanya.

"Intinya nanti tak sepenuhnya diserahkan ke swasta. Tetapi untuk hulu dan hilir, boleh kerja sama dengan swasta," ujarnya.

Dari ATB sendiri, lanjut Binsar memang berminat ikut tender. Tak hanya di satu bagian, tetapi dua. Di bagian instalasi pengolahan dan jaringan atau distribusi.

Sebelumnya diberitakan, BP Batam akan menerapkan aturan baru dalam kerja sama pengelolaan air di Batam ke depan. Nantinya persentase kepemilikan investor lokal, mestilah lebih besar dibandingkan saham milik negara luar atau asing.

Begitupun untuk sistem kerjanya. Berdasarkan aturan baru, untuk pengelolaan air hingga distribusinya tidak bisa lagi dipegang menyeluruh oleh swasta dari hulu hingga hilirnya.

Editor: Gokli