PKP

KPK Telusuri Aliran Suap Irwandi ke Mantan Model Asal Manado
Oleh : Redaksi
Senin | 09-07-2018 | 12:28 WIB
steffy-burase.jpg honda-batam
Mantan model asal Manado, Fenny Steffy Burase. (Foto: Viva)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan aliran uang suap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ke seorang mantan model asal Manado, Fenny Steffy Burase. KPK telah mencegah Steffy berpergian ke luar negeri.

"Ada informasi terkait aliran dana yang perlu diklarifikasi dan pertemuan-pertemuan dengan tersangka yang relevan dengan perkara ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan, Senin (9/7/2018).

Irwandi ditetapkan sebagai tersangka suap penggunaan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018. Ia diduga menerima Rp500 juta, bagian jatah Rp1,5 miliar, dari Bupati Bener Meriah Ahmadi.

Uang yang diterima Irwandi itu diduga telah digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian kegiatan Aceh Marathon 2018. Steffy yang telah dicegah itu menjabat sebagai Tenaga Ahli kegiatan Aceh Marathon 2018.

Selain membidik aliran uang suap Irwandi ke Steffy, penyidik KPK juga mendalami proses pengadaan yang menggunakan DOKA 2018.
KPK Telusuri Aliran Suap Irwandi ke Mantan Model Asal ManadoKPK mendalami dugaan aliran uang suap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ke seorang mantan model asal Manado, Fenny Steffy Burase.

KPK dalam hal ini turut mencegah Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Aceh Nizarli, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Rizal Aswandi, dan Teuku Fadhilatul Amri.

"Terhadap pejabat ULP dan PUPR, kami perlu memperdalam proses pengadaan yang dilakukan. Pengadaan yang terkait dengan penggunaan dana DOK," ujarnya.

Dalam kasus ini, selain menjerat Irwandi dan Ahmadi, KPK juga menjerat Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri sebagai tersangka suap. Irwandi, Hendri, dan Syaiful diduga sebagai penerima suap, sementara Ahmadi sebagai pemberi suap.

Penyidik KPK telah menggeledah rumah pribadi dan pendopo rumah dinas Irwandi, rumah Syaiful dan Hendri. Dari penggeledahan yang dilakukan Jumat (6/7), penyidik menyita dokumen dan bukti elektronik terkait DOKA 2018.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Dardani