PKP

Sering Diganggu Saat Tidur, Inilah Pengakuan Inong Wanita yang Disukai Taben
Oleh : Romi Chandra
Jum\'at | 06-07-2018 | 08:52 WIB
mayat-baloi-dam2.jpg honda-batam
Taben Musadi ditemukan mengambang di Dam Seiladi Batam (Foto: Romi Chandra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Taben Musadi (35), pria yang ditemukan tewas mengambang di Dam Seiladi, Rabu (4/7/2018), memang sering mengganggu Nur Azizah, anak bapak angkatnya, saat tidur.

Kepada kepolisian, perempuan berusia 20 tahun yang akrab dipanggil Inong itu mengaku sudah mengenal Taben sejak lama dan dianggap seperti kakak sendiri.

Diakuinya, saat ia terlelap tidur di kamar, Taben sering menjahilinya dengn berbagai macam tingkah. Seperti, menarik kakinya hingga akhirnya terbangun.

Bahkan, Inong juga kerap memarahi Taben karena dongkol melihat tingkah lakunya. Meski sudah diperingatkan, namun hal tersebut masih dilakukannya.

"Sering saat saya tidur sepulang kerja karena capek, diganggu Taben. Kadang saat saya tidur kaki saya ditarik. Saya marahi, dia bilang gak diulang lagi, tapi maaih sering dilakukan," akunya.

Dilanjutkan, Taben bisa masuk ke kamarnya, karena pintu kamar tidak pernah dikunci. Ia juga menganggap Taben sudah seperti keluarga sendiri.

"Biasanya hanya menganggu saat tidur. Setelah diteriaki dia berhenti. Tapi saya juga tidak tahu kenapa tiba-tiba pada Senin subuh itu dia membekap dan memukul leher saya. Saya terbangun karena tidak bisa bernafas," jelasnya.

Dilanjutkan, ia mengetahui Taben menyukainya dari gelagatnya. Bahkan saat masih duduk di bangku SMA, Taben mengutarakan perasaannya.

"Dia bilang 'I love you', tapi saya tidak gubris. Itu waktu saya masih SMA. Saya anggap itu hanya bercanda. Saya juga tidak menyangka Taben justru ditemukan dalam kondisi seperti ini," pungkasnya.

Sebelumnya,Jembatan Seiladi mendadak macet dikarenakan temuan diduga Sesosok mayat mengambang di Dam Sei Ladi. Belum diketahui identitasnya, temuan itu menjadi tontotan pengguna jalan, Rabu (4/7/2018).

Kepolisian akhirnya bisa memastikan bahwa benda yang mengapung di tengah Dam Seiladi adalah sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki, Rabu (4/7/2018).

Pantauan di lokasi, Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andi Sutrisno yang langsung mengambil mayat tersebut keyengah bersama dua personil lainnya menggunakan perahu kesulitan membawa ke tepian.

Identitas mayat laki-laki yang ditemukan mengapung terikat pada sebuah koper berisi batu si Dam Seiladi, diduga bernama Taben Musadi dengan umur sekitar 35 tahun.

Editor: Surya