PKP

Sebelum Ditemukan Tewas di Seiladi, Taben Kabur dari Rumah Bapak Angkatnya
Oleh : Romi Chandra
Kamis | 05-07-2018 | 14:28 WIB
mayat-seiladi12.jpg honda-batam
Petugas berhasil mengevakuasi mayat dari Dam Seiladi. (Foto: Romi)

BATAMTODAY.COM, Batam - Taben Musadi (35), pria yang ditemukan tewas mengambang terikat pada koper berisi batu di Dam Seiladi, terkahir kali terlihat pada Senin (2/7/2018) subuh, sekitar pukul 04.00 WIB.

Ia kabur dari rumah setelah ketahuan memukul Nur Azizah, anak dari bapak angkatnya, tempat ia tinggal selama ini. Bahkan, alasan ia memukul Nur juga belum diketahui, namun ia disebut-sebut memang menaruh hati kepada yang bersangkutan.

Kapolsek Lubukbaja, Kompol Yunita Stevani, mengatakan, dari hasil pemeriksaan, Taben pernah menyatakan perasaannya pada Nur Azizah. Namun hal itu tidak ditanggapi karena yang bersangkutan sudah dianggap sebagai kakaknya.

"Korban menyukai Nur Azizah, namun tidak ditanggapi. Jadi Senin subuh ia masuk ke kamar Nur Azizah dan kemudian membekap mulut serta memukul lehernya," ujar Yunita, Kamis (5/7/2018).

Aksi tersebut diketahui oleh kakak Nur karena mendengar teriakan. Mengetahui hal tersebut, Taben langsung kabur dengan mengendara sepeda motor Honda Beat.

"Setelah itu tidak diketahui lagi ia pergi kemana. Bapak angkatnya ini juga sudah mencari ke rumah kakak angkat Taben, tapi ia juga tidak ada di sana," tambah Yunita.

Namun terakhir mayat Taben ditemukan mengambang di tengah Dam Seiladi. Mirisnya, mayat tersebut terikat dengan koper yang berisi batu besar.

Sebelumnya, jembatan Seiladi mendadak macet dikarenakan temuan diduga Sesosok mayat mengambang di Dam Sei Ladi. Belum diketahui identitasnya, temuan itu menjadi tontotan pengguna jalan, Rabu (4/7/2018).

Kepolisian akhirnya bisa memastikan bahwa benda yang mengapung di tengah Dam Seiladi adalah sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki, Rabu (4/7/2018).

Pantauan di lokasi, Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andi Sutrisno yang langsung mengambil mayat tersebut keyengah bersama dua personil lainnya menggunakan perahu kesulitan membawa ke tepian.

Editor: Yudha