PKP

Kantongi Izin, Pemudik dari Pelabuhan Tanjung Uma Akhirnya Diberangkatkan
Oleh : Nando Sirait
Kamis | 14-06-2018 | 15:52 WIB
pemudik-tanjunguma1.jpg honda-batam
Pemudik dari Pelabuhan Rakyat Tanjunguma dilangsir naik sampan ke tengah laut sebelum berangkat ke tempat tujuan masing-masing. (Foto: Nando)

BATAMTODAY.COM, Batam - Ratusan pemudik di Pelabuhan Tanjung Uma akhirnya diberangkatkan ke daerah tujuan masing-masing pada Kamis (14/6/2018) sore.

Pantauan di lokasi, ratusan calon penumpang yang sudah lama menunggu di pelantar dan pelabuhan rakyat tersebut diangkut menuju kapal jenis speedboat menggunakan perahu ke tengah laut. Pasalnya saat sore hari air laut sedang surut.

"Terpaksa dilangsir kayak gitu, karena air sudah surut. Empat kapal yang dari semalam tak jadi berangkat terpaksa menunggu agak ke tengah," ujar salah satu agent kapal yang tak ingin disebutkan namanya kepada wartawan.

Menurutnya, adanya permasalahan ini sudah terjadi sejak, Rabu (13/6/2018) kemarin sehingga terjadi penumpukan dengan penumpang yang akan berangkat hari ini.

"Sebenarnya semalam sudah ada armada yang berangkat tujuan Guntung, Langkat, sampai Riau. Cuma di tengah laut dicegat dan disuruh balik lagi oleh TNI AL, katanya tidak punya izin," lanjutnya.

Ketika ditanyakan mengenai pemberangkatan para calon penumpang saat ini, pria tersebut menjawab bahwa saat ini mereka sudah kantongi izin. "Udah diurus tadi ada perwakilan, masak orang mau mudik aja dilarang-larang," tegasnya.

Sementara itu, perwakilan dari pemilik kapal, H Syamsir mengatakan ada empat unit kapal yang dilarang berlayar sejak kemarin. Kapal kapal tersebut melayani tujuan ke beberapa daerah di Riau Daratan, seperti Lahang Guntung, Kota Baru dan lainnya.

Dalam sehari ada dua jadwal keberangkatan dari kapal speed boat tersebut. Jadwal pertama pada pagi hari pukul 06.00 sampai 12.00 wib, dan sore hari 17.00-23.00 wib.

"Kemarin sudah tidak jalan, terus hari ini juga tidak jalan. Makanya penumpang makin menumpuk, sebab sudah dari kemarin. Kami diberitahu tidak boleh berangkat dari agen. Kami mengikut saja aturan pemerintah, kalau tidak boleh berlayar ya kami tidak berlayar," ucapnya.

Namun demikian, ia menyebutkan dari para penumpang sangat berharap mereka dapat segera diberangkatkan. Syamsir menuturkan calon penumpang tersebut meminta pemerintah juga bisa memberikan solusi.

"Penumpang maunya ya mereka kalau bisa diberangkatkan pakai kapal pemerintah. Kalau memang tidak bisa berlayar kapal kami ini. Kami juga tidak mengerti kenapa dilarangnya, kenapa tak laik. Alat alat pelayaran dan keamanan ada semua. Lihat sendiri kan, penumpang juga ada life jacketnya," tuturnya.

Ia mengatakan untuk satu unit kapal memiliki kapasitas penumpang yang beragam tergantung besarnya. Namun untuk yang terkecil bisa memuat sampai 45 orang.

Editor: Yudha