Jika Membahayakan, Ponton Pelabuhan Bulanglinggi Sebaiknya Tidak Dipakai
Oleh : Harjo
Selasa | 12-06-2018 | 16:40 WIB
ponton-uban1.jpg honda-batam
Ponton Pelabuhan Bulanglinggi Tanjunguban. (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Kondisi ponton pelabuhan Bulanglinggi Tanjunguban saat ini kurang layak karena tongkang ponton sudah mulai bocor, serta penyekat antara tiang utama, badan ponton sudah longgar, serta atapnya yang bocor dan rusak.

Ironisnya, jembatan pelabuhan Bulanglinggi belum lama ini baru selesai diperbaiki, namun tidak diperbaiki secara menyeluruh oleh Pemprov Kepri atau instansi terkait agar keberadaan ponton pelabuhan Bulanglinggi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bintan, Yandrisyah yang melakukan kroscek kondisi pelabuhan Bulanglinggi Tanjunguban pada Selasa (12/6/2018) menyampaikan, kondisi ponton pelabuhan tersebut sebelum ambruk ke laut sudah disampaikan kepada Pemprov Kepri.

"Ponton pelabuhan Bulanglinggi masih aset dari Pemprov Kepri, kalau masalah kerusakan sebelum jembatan ambruk sudah kita laporkan. Kenapa tidak dilakukan perbaikan secara keseluruhan? Itu jelas di luar wewenang Pemkab Bintan," terangnya.

Ditanya dengan kondisi terkini atau hasil kroscek yang dilakukan, Yandrisyah, menerangkan kalau kondisi ponton pelabuhan tersebut sudah tidak layak dimanfaatkan sebagai turun naiknya penumpang. Karena kondisi ponton sudah kurang stabil, diduga karena sudah mengalami kebocoran serta penyanggah ponton sudah mengalami kerusakan.

"Kita akan terus berkoordinasi dengan pihak Syahbandar dan Dishub Kepri, walaupun saat ini ponton memang sangat dibutuhkan untuk penumpang. Namun, apabila nanti kondisinya memburuk, Syahbandar harus segera menutup atau tidak menggunakan ponton untuk penumpang. Jangan sampai nantinya, justru terjadi hal yang tidak diinginkan," tegas Yandrisyah yang diamini oleh kepala Sahbandar Tanjunguban, Fahrin Riza di pos pelabuhan Bulanglinggi Tanjunguban.

Selain itu, kata Yandrisyah, dia juga sudah menyampaikan kondisi ponton pelabuhan tersebut, kepada kepala Dinas Perhubungan Kepri, Jamhur Ismail. Dengan harapan, usai lebaran ponton tersebut, bisa dilakukan perbaikan, demi kelancaran arus penumpang kapal cepat ke depannnya.

Editor: Yudha