PKP

Cukupi Kebutuhan Kapten Penerbang, Garuda Incar Pilot TNI
Oleh : Redaksi
Selasa | 12-06-2018 | 10:28 WIB
pahala-garuda.jpg honda-batam
Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury. (ANTARA FOTO/FAJRIN RAHARJO)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan posisi kapten penerbangan. Selain melalui pola rekrutmen internal, perseroan tengah mengkaji untuk merekrut kapten pilot dari kalangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU).

"Kami tentunya perlu melihat semua opsi. (Keterlibatan pilot militer) itu tentunya salah satu opsi yang kami lihat," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury di sela kegiatan peninjauan kesiapan operasional peak season Lebaran 2018 di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (11/6/2018).

Kebutuhan kapten penerbangan semakin terasa di saat peak season di mana maskapai yang memberikan layanan penuh ini menambah frekuensi penerbangan. Pada Lebaran tahun ini saja, Garuda Indonesia Group, termasuk maskapai Citilink, menyiapkan sedikitnya 160 ribu kursi penerbangan ekstra untuk mengantisipasi peningkatan trafik penumpang.

Kapasitas penerbangan tambahan tersebut terdiri dari 768 frekuensi penerbangan tambahan yaitu 480 penerbangan Citilink dan 288 penerbangan Garuda Indonesia. Kapasitas tambahan tersebut meningkat sebesar 45 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar 107.750 kursi.

Pahala mengungkapkan perseroan menargetkan bisa meningkatkan produksi sekitar 11 hingga 12 persen per tahun. Kenaikan produksi tersebut, lanjut Pahala, perlu diiringi kenaikan jumlah kru cockpit pesawat, khususnya kapten.

Di sisi lain, untuk mendapatkan kapten penerbangan yang memenuhi kualifikasi memerlukan waktu, sekalipun yang telah memiliki latar belakang penerbangan militer.

"Memang untuk melakukan transisi dari penerbangan pesawat militer menuju komersial tentunya membutuhkan waktu juga. Perlu adanya lisensi untuk bisa mengoperasikan pesawat komersial," terangnya.

Secara terpisah, Direktur Operasi Garuda Indonesia Triyanto Moeharsono mengungkapkan saat ini perseroan setidaknya membutuhkan 30 orang kapten penerbangan untuk jenis pesawat berbadan lebar Boeing 737 NG.

"Sekarang, jumlah (kapten) kami baru 286 kapten," ujarnya.

Persyaratan untuk menjadi kapten tidak mudah. Disebutkan Triyanto, seorang kapten harus terbang setidaknya untuk tiga ribu jam dan telah mengabdi lima tahun di perseroan.

"Secara internasional, persyaratan terbangnya minimal 1.500 jam dan 200 jam malam dan memiliki Lisensi Pilot Penerbangan Sipil (ATPL)," ujarnya.

Menurut Triyanto, perseroan ketat dalam melakukan seleksi pilot. Hal itu dilakukan untuk menjamin kualitas pelayanan dan keselamatan penerbangan.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Gokli