PKP

Presiden Jokowi Minta Indonesia Tingkatkan Perannya di Tingkat Global
Oleh : Redaksi
Minggu | 10-06-2018 | 12:32 WIB
jokowi110.jpg honda-batam
Presiden Joko Widodo

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia bersama sejumlah negara lainnya terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (DK PBB) periode 2019-2020. Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB mewakili Asia-Pasifik pada Sidang Majelis Umum PBB, di New York, Amerika Serikat, Jumat (8/8/2018) akan meningkatkan peran Indonesia di tingkat global.


"Amanah masyarakat internasional kepada Indonesia ini akan kita jalankan sebaik-baiknya untuk memberi kontribusi nyata bagi perdamaian, kemanusiaan dan kesejahteraan di kawasan dan global," kata Presiden Jokowi, dikutip dari laman setkab.go.id, Minggu (10/6/2018).

Hal senada juga disampaikan Presiden Jokowi melalui akun twitternya, Minggu (10/6/2018). Jokowi mengatakan Indonesia harus berperan dalam ketertiban dunia.

"Alhamdulillah, Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Kita akan berperan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial -Jkw," kata Jokowi.


Menurut Jokowi, terpilihnya Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB merupakan cerminan penghargaan masyarakat internasional terhadap rekam jejak Indonesia. Selain itu, demokrasi dan toleransi di Indonesia dinilai sebagai aset agar Indonesia dapat berperan aktif di DK PBB.


Sebelumnya pada Sidang Majelis Umum PBB, Jumat (8/6/2018) malam WIB, Indonesia berhasil terpilih menjadi anggota tak tetap DK PBB dengan mendapat dukungan dari 144 suara dari 190 negara anggota PBB yang hadir. Dukungan ini melebihi 2/3 dari anggota PBB, dan sekaligus meninggalkan jauh Maladewa yang hanya meraih 46 suara untuk mewakili negara-negara Asia Pasifik di Dewan Keamanan PBB.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan, Indonesia akan fokus dalam memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global setelah terpilih menjadi anggota tak tetap DK PBB. Indonesia, kata dia, akan mendorong budaya dialog dalam menyelesaikan konflik, serta meningkatkan kapasitas pasukan perdamaian PBB termasuk peran perempuan.

Selain itu, Indonesia juga akan berupaya meningkatkan sinergi antara organisasi kawasan dengan DK PBB dalam menjaga perdamaian. Terkait menghadapi ancaman terorisme dan ekstremisme, Indonesia akan mendorong terbentuknya global comprehensive approach untuk memerangi terorisme, radikalisme, dan ekstremisme.

Dan terakhir, Indonesia juga akan mendorong kemitraan global agar tercapai sinergi antara penciptaan perdamaian dan kegiatan pembangunan berkelanjutan.

Editor: Surya