PKP

Fahri Nilai DPR Juga Punya Andil Jadikan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB
Oleh : Irawan
Minggu | 10-06-2018 | 09:04 WIB
fahri_buka_puasa3.jpg honda-batam
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengapresiasi terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk periode 2019-2020. Bahkan, dia menyebut ada andil DPR dalam keterpilihan Indonesia untuk keempat kalinya tersebut

"Kita harus bersyukur. Karena apapun ini adalah capaian kolektif bangsa Indonesia," imbuh Fahri dalam pesan singkatnya, Sabtu (9/6/2018).

Soal adanya andil DPR, Fahri menjelaskan bahwa usai Undang-Undang MD3 (MPR, DPR, DPD, DPRD) sejak disahkannya pada Jumat (2/6/2018) lalu, fungsi diplomasi DPR makin menguat. Karena itu, lobi-lobi politik DPR di tingkat internasional pun kian menggaung dilakukan belakangan ini.

"Sejak UU MD3 menegaskan fungsi diplomasi DPR sebagai second track diplomasi, maka lobi DPR bagi posisi politik Indonesia di badan-badan dunia terus berjalan," katanya.

Politisi PKS itu menyebut kan salah satu lobi tersebut, adalah memperjuangkan posisi sebagai anggota tidak tetap DK PBB. Karenanya, ia mengucap syukur atas keberhasilan Indonesia memperoleh kepercayaan menjadi anggota DK PBB.

"Di masa depan, DPR dan pemerintah harus terus bekerjasama untuk penguatan diplomasi Indonesia," harap Fahri Hamzah.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi seperti tertulis dalam sebuah pernyataannya mengatakan, terpilihnya Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB untuk periode 2019-2020, merupakan kepercayaan masyarakat internasional kepada Indonesia.

"Dan tentunya, hasil kerja keras seluruh komponen bangsa, khususnya para diplomat Indonesia," kata Menlu Retno.

Dijelaskan Retno, DK PBB adalah badan utama PBB yang memiliki peran dan tugas untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Untuk masuk menjadi anggota DK PBB Indonesia sudah melakukan kampanye sejak 2016, yang dinyatakan Kemenlu. "Sejalan dengan prioritas politik luar negeri Indonesia untuk meningkatkan peran Indonesia di tingkat kawasan dan global di bawah Pemerintahan Jokowi," katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Indonesia bersama Jerman, Belgia, Afrika Selatan, dan Republik Dominika terpilih sebagai anggota dewan keamanan PBB untuk masa 2019-2020 yang akan datang setelah meraih 144 suara dari 190 negara.

Kemenangan itu didapat setelah melalui Voting suara yang diikuti oleh 190 negara dari total 193 negara anggota Majelis Umum PBB. Indonesia juga telah memenuhi persyaratan minimal 2/3 dari anggota tetap PBB atau 127 suara.

Setelah menggeser posisi Kazakhstan, maka mulai 1 Januari 2019 Indonesia resmi jadi Anggota DK PBB hingga 2020 mendatang mewakili Asia Pasifik.

Editor: Surya