Melongok Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2018
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 08-06-2018 | 11:16 WIB
mudik-lebaran.jpg honda-batam
Ilustrasi kegiatan arus mudik di terminal bus. (Foto: Republika)

Oleh Indah Rahmawati Salam

ARUS mudik Lebaran Idul Fitri sudah mulai terasa. Para perantau yang tinggal di Ibukota dan kota-kota besar lainnya memiliki agenda tahunan untuk pulang ke kampung halaman untuk berlebaran di rumah. Bersilaturahmi dengan sanak keluarga dan para kerabat.

Tentunya banyaknya masyarakat yang akan mudik membuat pemerintah harus ekstra dalam mengatur arus lalu lintas dibandingkan hari biasanya. Untuk tahun ini pemerintah telah bekerjasama dengan polisi dan TNI untuk mengawal jalannya mudik. Tidak hanya ditahun ini.

Sebelumnya ide tersebut sudah diaksanakan pada tahun lalu. Hal tersebut disampaikan oleh menteri perhubungan Budi Karya Sumadi. Segala format mengenai kerjasama dengan polri dan TNI untuk melancarkan arus mudik tahun ini sudah dirapatkan dan tinggal dilaksanakan.

Berkaca dari pengalaman di tahun sebelumnya, di tahun ini pun di harapkan arus mudik labaran ini akan berjalan dengan baik dan lancar. Masyarakat bisa melalui perjalanan ke kampung halaman dengan aman dan nyaman. Meski , memang tidak dapat dipungkiri bahwa arus mudik lebaran rentan akan kemacetan.

Untuk itu, pihak pemerintah menyarankan bagi para pemudik untuk tidak hanya terfokus pada jalur darat. Seperti yang kita ketahui bahwa jalur darat masih menjadi pilihan terfavorit para pemudik. Padahal masih ada opsi lain pula bagi para pemudik untuk bisa sampai ke kampung halaman. Yakni dengan menggunakan akses transportasi udara atau pun laut.

Karena itulah, dikatakan oleh Menteri Pehubungan bahwa pemerintah sudah berbenah. Tidak hanya dari segi armada transportasi daratnya saja yang ditambah, tapi jumlah pesawat juga ditambah. Selain itu, pembangunan infrastruktur yang selama ini digarap pemerintah juga sudah mulai difungsikan untuk menyambut arus mudik. Pembangunan ruas jalan tol dipercepat penyelesaiannya supaya dapat digunakan masyarakat untuk mudik Lebaran 2018.

Diantara yang menjadi perhatian pemerintah adalah pembangunan underpass pada beberapa titik macet, seperti yang sering terjadi di Gerbang Tol Brebes. Selain itu pemerintah juga memperbaiki infrastruktur yang masih kurang supaya tidak mengganggu jalannya mudik. Diantaranya adalah perbaikan Jembatan Cincin Lamongan yang beberapa waktu lalu mengalami ambruk.

Selain itu, pemerintah juga menghimbau akan menghentikan proyek-proyek perbaikan jalan pada H-10 lebaran. Karena adanya proyek ketika terjadinya arus mudik yang membludak justru akan menambah kemacetan. Para kontraktor sudah dihimbau untuk segera menyelesaikan pekerjaan supaya infrastruktur yang tersedia bisa digunakan tepat waktu oleh para pemudik.

Selain keamanan dan ketenangan di dalam perjalan, para pemudik tentunya ingin agar perjaanannya bisa senyaman mungkin dan tidak perlu dibingungkan dengan hal-hal yang menjadi kebutuhan dasar manusia. Kehadiran toilet selama di perjalanan meski seakan terlihat sepele padahal sangat penting dan diperlukan pemudik. Karenanya pemerintah tidak lupa untuk mengerahkan mobil toilet di beberapa titik macet. Mobil toilet akan hadir per 10 sampai 20 km.

Selain itu, pemerintah juga menggandeng tim BMKG atau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika agar mengetahui prediksi cuaca sehingga mempersiapkan lebih baik segalanya. Tak hanya itu saja, BMKG juga difungsikan untuk mengetahui perkiraan cuaca daerah-daerah yang rawan longsor. Pemerintah juga telah menyiapkan titik titik tanggap bencana.

Untuk menyiasati para pemudik yang membludak dan menyebabkan kemacetan lalu lintas. Polisi lalu lintas telah ditugaskan untuk menyiasati hal tersebut. Agar kemacetan bisa terurai, diantaranya adalah diterapkannya sistem buka tutup jalur dan juga diberlakukan contraflow atau sistem satu arah.

Persiapan menyambut para pemudik 2018 juga telah dilakukan oleh pertamina. Tentunya kebutuhan akan BBM atau bahan bakar minyak akan melonjak dibanding hari biasa. Karena itulah pemerintah telah menyiapkan tambahan BBM sekitar 15,7%. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya kelangkaan BBM pada Mudik Lebaran 2018 kali ini. Selain itu, telah disiagakan pula SPBU keliling. SPBU ini akan ditempatkan di ruas-ruas tol dan juga rest area.

Menyambut mudik lebaran kali ini, kementerian PUPR akan mengoperasikan 6 tol fungsional bagi para pemudik. Jalur tol tersebut antara lain, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosoni, dan Kertosono-Mojokerto.
Seperti yang direncanakan sebelumnya, di titik titik penting tol tersebut juga akan disiapkan SPBU keliling untuk membantu para pemudik ketika kekurangan BBM. Akan ada 33 SPBU di 23 titik sebagai tambahan dari SPBU resmi yang memang sudah ada di hari biasanya.

Terkait mudik ini, PT. Jasa Raharja juga telah menggelontorakan dana sebesar 2,5 triliun. Anggaran tersebut disiapkan sebagai santunan ketika ada yang mengalami kecelakaan. Menurut Budi Rahardjo, selaku Direktur Utama PT. Jasa Raharja, angaran tersebut naik dari tahun sebelumnya karena memang nilai santunan naik ditahun 2018 ini sesuai dengan peraturan dari menteri keuangan pada satu Juni 2017.

Di tahun, ini anggaran mudik gratis juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Jika pada 2017 lalu mudik gratis menyediakan kursi bagi 118.000 penumpang, di 2018 ini angkanya melonjak menjadi 200.000 kursi mudik gratis bagi penumpang. Pemudik gratis ini akan nantinya akan naik di ketiga jalur transportasi. Tidak hanya jalur darat, tapi juga laut dan udara. Mudik gratis juga tidak terfokus pada pulau Jawa seperti tahun sebelumnya. Kali ini program mudik gratis juga menjangkau pulau sumatera.

Persiapan pemerintah mengenai arus mudik 2018 ini telah dirapatkan sebeumnya. Di perkirakan untuk pulau Jawa mayoritas pemudik akan melalui jalur pantura dan tol trans Jawa. Karena itulah kondisi jalan dipersiapkan supaya tidak berlubang dan pemeliharaan rutinnya dihentikan sementara untuk mengurangi kemacetan lalu lintas.

Untuk menghadapi ancama rob pada wilayah Semarang-Demak telah dibuat tanggul sepanjang 2,2 KM dan pemerintah juga menyediakan 10 pompa air untuk kondisi darurat. Adanya 4 Flyover di kabubaten juga turut membantu mengurai kemcaetan.

Dengan adanya flyover ini kemacetan parah yang biasanya disebabkan ditutupnya jalur perlintasan kereta api untuk sementara dapat teratasi. Jalan tol yang lebih efektif dan memerlukan waktu singkat juga menjadi primadona bagi para pemudik. Karena itulah beberapa ruas Tol Trans Jawa ditargetkan akan segera beroperasi pada Juni ini.

Tak hanya di Jawa, Tol Trans Sumatera juga telah diresmikan pada 21 Januari 2018 oleh Presiden Joko Widodo. Direncanakan beberapa ruas Tol Trans Sumatera akan beroperasi dan beberapa lainnya bersifat fungsional selama arus mudik Lebaran 2018.
Dalam mudik lebaran 2018, tentunya bukan hanya pemerintah saja yang perlu mempersiapkan segalanya dengan baik.

Tapi masyarakat yang akan mudik juga perlu menyiapkan berbagai keperluan yang dibutuhkan selama perjalanan nanti. Selain menyiapkan fisik yang sehat agar bisa tetap kuat selama perjalanan, pemudik juga perlu menyiapkan bekal yang cukup.

Yang terpenting, patuhi arus lalu lintas dengan baik supaya perjalanan tetap aman dan nyaman. Hati-hati selama berkendara agar bisa selamat sampai tujuan. Jangan lupa, untuk menjaga emosi selama diperjalanan di tengah banyaknya orang yang juga akan bermudik. Selamat mudik lebaran 2018.*

Penulis adalah Mahasiswi IAIN Kendari