Toleransi Menjadi Perekat dan Pemersatu Bangsa
Oleh : Roland Aritonang
Kamis | 31-05-2018 | 08:04 WIB
haripinto_pilar_tanjungpinang.jpg honda-batam
Sosialisasi Empat Pilar Haripinto Tanuwidjaja kepada Jemaat Gereja Kristen Maranatha Indonesia Kota Tanjung Pinang, Tokoh Agama dan Masyarakat Kota Tanjung Pinang p

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Senator Haripinto Tanuwidjaja mengatakan, masalah kebhinekaan harus dimaknai masyarakat melalui pemahaman multikulturalisme dengan berlandaskan kekuatan spiritualitas.

"Perbedaan etnis, religi maupun ideologi menjadi bagian tidak terpisahkan dari sejarah bangsa Indonesia dengan Bhinneka Tunggal Ika dan toleransi yang menjadi perekat untuk bersatu dalam kemajemukan bangsa," kata Senator Haripinto Tanuwidjaja saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar Jemaat Gereja Kristen Maranatha Indonesia Kota Tanjung Pinang, Tokoh Agama dan Masyarakat Kota Tanjung Pinang pada 23 April 2018 lalu.

Anggota Komite II DPD RI ini menegaskan, semboyan bangsa Indonesia tersebut tertulis pada kaki lambang negara Garuda Pancasila. Bhinneka Tunggal Ika merupakan alat pemersatu bangsa.

"Untuk itu, kita harus benar-benar memahami maknanya dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara," tegas Anggota DPD RI asal Provinsi Kepulauan Riau.

Haripinto menambahkan, pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional guna meningkatkan keimanan, ketakwaan dan akhlaq mulia.

"Hal ini untuk lebih menjelaskan bahwa pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai bangsa yang religius dan berke-Tuhan-an Yang Maha Esa," kata Haripinto.

Sehingga menurutnya, wujud bangsa Indonesia dalam pendidikan sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kebudayaan nasional, adalah dengan cara negara memprioritaskan anggaran pendidikan.

"Anggaran tersebut untuk membiayai pendidikan dasar yang dilaksanakan dalam rangka penyelenggaraan Pendidikan Nasional," katanya.

Editor: Surya