PKP

LukitaTerus Gali Potensi Pertumbuhan Ekonomi Batam
Oleh : Irwan Hirzal
Selasa | 29-05-2018 | 12:52 WIB
lukita_dinarsyah.jpg honda-batam
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Penguasahaan (BP) Batam sangat optimis dalam pertumbuhan perekonomian Kepri, khususnya Batam. Untuk itu BP terus menggalih dan meningkatkan potensi pertumbuhan yang ada.

Salah satu caranya memperbaiki sektor-sektor yang masih minim dalam kontribusi pertumbuhan ekonomi. Hal ini diungkapkan kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Towo Minggu (27/05/2018) di rumah dinas BP Batam, Kelurahan Patam Lestari, Sekupang.

"Perkembangan pertumbuhan ekonomi dari BI maupu BPS saya optimis terhadap perkembangan Kepri khususnya Batam. Saya minggu lalu mengundang secara khusus mantan kepala BPS Kepri dan dari situ kami semakin optimis untuk menyiapkan langkah-langkah dalam menjaga serta memperbaiki titik mana yang kita lanjutkan secara khusus," ujar Lukita.

Lukita menargetkan pertumbuhan ekonomi Kepri akan naik sebesar 5 persen pada triulan kedua, atau mengalami kenaikan dari triulan pertama 4,7 persen. Untuk itu momentum tersebuh harus dijaga oleh Pemerintah Provinsi Kepri maupun Kota Batam.

"Saya pikir langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Daerah dan Batam cukup adil dalam pertumbuhan ekonomi. Momentum ini harus kita jaga," katanya.

Keyakinan itu, dengan dilihat animo industri pengolahan dan investasi ditambah dorongan sektor pariwisata yang mulai terlihat serta memberkan kontribusi yang sinifikat dalam memajukan pertumbuhan ekonomi.

"Sektornya industri makanan dan transportasi dan ini akan menimbulkan multiflier. Program Hot Deal juga memberikan dukungan kepada wisman di hari2 biasa. Industri pengolahan kontibusinya sangat besar dan kita harus memacu dan kita juga harus memacu potensi lain. Yaiti logiatik dan pariwisata," uajr Lukita.

Dari sisi produksi dan kontruksi BP Batam terus memperbaiki pelayana lahan. Disamping itu meminta para pemilik lahan utnuk membangun.

"Kita lihat pemilik alokasi lahan yang belum dibangun mulai ada geliat. Bukan karena dorongan BP Batam, tapi karena mereka melihat ada peluang dan mereka mulai melekukan pembangunan," pungkasnya.

Editor: Surya