Zulkifli-Gatot Bertemu Bahas Pemilu dan Pipres Damai
Oleh : Irawan
Selasa | 08-05-2018 | 13:28 WIB
zulkifli_gatot.jpg honda-batam
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menerima mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan bertemu dengan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/5/2018). Pertemuan Zulkifli-Gatot ini dalam rangka mencari pemimpin yang bisa menyatukan bangsa dalam Pemilu dan Pilpres 2019 damai.

"Saya sebagai Ketua MPR mengundang tokoh-tokoh untuk ikut bersama-sama menjalin persatuan, menjahit kembali merah-putih kita," kata Zulkifli.

Menurut Zulkifli, dalam pertemuan tersebut, dia meminta Gatot ikut menjaga kondisi Tanah Air tetap stabil di tahun politik. Dia juga merasa perlu mendengar pemikiran Gatot mengenai kondisi politik pada Pilpres 2019.

"Salah satu juga yang digadang-gadang untuk capres, oleh karena itu kami ingin dengar pikiran beliau. Partai boleh beda, capres boleh beda, tapi merah-putih kita tetap sama untuk persatuan. Sekali lagi, saya harap muncul gagasan-gagasan baru bagaimana Indonesia maju. Saya kira kewajiban kita untuk menjaga stabilitas. Gagasan saya Pemilu damai, Pilpres damai," kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini.

Sedangkan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, , kedatangannya bertemu Zulkifli bukan untuk melakukan penjajakan koalisi dengan PAN, tapi bertemu dengan Ketua MPR RI.

"Saya datang ke sini temui Pak Zul sebagai ketua MPR, saya sebagai rakyat menyampaikan aspirasi dan kekhawatiran rakyat. Belum (penjajakan), masa sudah bicara koalisi," kata Gatot.

Gatot sendiri mengaku belum punya konsep untuk menjadi presiden. Hal itu karena dirinya mengaku belum resmi menjadi calon presiden 2019.

"Tawarkan apa? Saya belum jadi capres kok. Saya hanya mengimbau saja. Siapa pun yang jadi presiden nanti bahwa ini adalah kesepakatan dan pilihan rakyat. Siapa pun harus kita dukung," lanjutnya.

Gatot menegaskan, kedatangannya menemui Ketua MPR hanya menyampaikan aspirasi dan kekhawatirannya terkait kondisi bangsa menjelang Pemilu 2019.

"Berkaitan dengan pilpres yang sudah mulai ramai, saya hanya sampaikan bahwa budaya kita adalah musyawarah untuk mufakat. Ini adalah budaya yang sangat luhur dan pilpres sebenarnya kan pesta demokrasi. Cuma, konotasi pesta diubah dan saya punya keyakinan beberapa pemilu lalu semua berjalan aman," katanya.

Gatot menambahkan, dalam berdemokrasi dan mencari seorang pemimpin harus tetap mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, ada konsep dan gagasan, bukan sebaliknya mengembangkan hal-hal lain yang merusak kebhinekaan dan keragaman Indonesia.

"Kita akan cari pemimpin, maka kita harus berdemokrasi yang dewasa, kemudian sama-sama menjaga persatuan, adu konsep, sehingga semua dalam kondisi damai, saling adu konsep. Karena yang dilakukan semua itu untuk bangsa ini. Kalau kita menyatukan hati untuk Indonesia, adu konsep yang baik, jangan senggol-senggolan," kata Gatot.

Editor: Surya