Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Polisi Jadi Bandar Narkoba, Tembak Mati Saja
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 20-04-2018 | 17:04 WIB
Kapolri-Tito-Punggur11.jpg Honda-Batam
Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian saat kunjungan ke Batam beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pihaknya tak main-main dengan narkoba. Bahkan dia menegaskan, polisi yang terlibat narkoba, baik sebagai pengedar maupun bandar, perlu ditembak mati.

"Polisi yang terlibat narkoba, apalagi menjadi bandar, tembak mati saja," kata Tito didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto usai memberikan pengarahan kepada 2.900 personel gabungan di Pekanbaru, Riau, Jumat (20/4/2018).

Tito juga menegaskan kepada jajarannya jika mengungkap jaringan narkoba dan berhasil meringkus bandar, maka diselesaikan 'secara adat'. "Kalau ada bandar, kita selesaikan secara adat saja," kata Tito tanpa menjelaskan maksud 'secara adat'.

Karena itu, dia menegaskan Indonesia butuh kekompakan antara TNI, Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam melawan jaringan narkoba. "Kekompakan TNI, Polri dan BNN serta masyarakat dibutuhkan untuk mematahkan jaringan narkoba,"

Tito mengatakan hal tersebut saat disinggung maraknya peredaran narkoba di Provinsi Riau, yang pada 2017 lalu menempati posisi ke tiga sebagai wilayah yang paling tinggi kasus peredaran barang haram tersebut.

Dia mengatakan, selain kekompakan antar institusi, dalam memberantas dan memutus jaringan narkoba perlu dilakukan pemetaan. Menurut dia, jaringan narkoba selalu dilakukan oleh jaringan yang sama, sehingga pemetaan merupakan langkah utama yang perlu dilakukan terlebih dahulu.

"Yang terpenting, kita petakan dulu jaringannya. Karena jaringannya itu-itu saja," ujarnya.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Yudha