Presiden Jokowi Instruksikan para Menteri Pamerkan Proyek Strategis ke Masyarakat
Oleh : Redaksi
Senin | 16-04-2018 | 19:53 WIB
jokowi15.jpg honda-batam
Presiden Joko Widodo meminta para menteri memperkenalkan Proyek Strategis Nasional (PSN) kepada masyarakat (CNN Indonesia/Christie Stefanie)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengamanatkan kepada para menteri untuk meningkatkan komunikasi dengan masyarakat mengenai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tengah dikerjakan pemerintah saat ini.

"Saya ingin menekankan komunikasi ke publik terus ditingkatkan agar rakyat tahu yang sedang dikerjakan dan manfaatnya," kata Jokowi dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Senin (16/4).

Jokowi meyakini, komunikasi itu dapat menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap proyek PSN, sehingga turut memantau perkembangan sekaligus menjaga setelah proyek selesai dibangun.

Sejumlah proyek yang akan dibangun berdasarkan penerbitan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan PP Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN ialah pembangunan jalan tol, jalan nasional, tol laut, serta pembangunan mass rapid transit (MRT), dan light rail transit (LRT).

Beberapa proyek lainnya yang juga dilakukan seperti pembangunan rumah susun, kilang minyak, pipa gas, infrastruktur energi asal sampah, serta penyediaan air minum.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta para pembantunya melaporkan rincian perkembangan proyek di lapangan, terutama mengenai yang bisa dieksekusi serta diselesaikan dalam waktu dekat, termasuk proyek yang tidak mungkin dilaksanakan.

Di sisi lain, ia menegaskan PSN harus benar-benar berdampak baik bagi masyarakat, seperti menekan kemiskinan dan ketimpangan.

"Harus terintegrasi. Misalnya tol laut harus bisa menurunkan biaya logistik dan berdampak pada turunnya harga bahan pokok di daerah kepulauan," ucap mantan Wali Kota Solo ini.

Demi realisasi PSN, Presiden menegaskan pembiayaan tak bisa bersumber dari APBN saja. Para menteri diminta membuat model pembiayaan alternatif, kreatif sehingga menarik minat investor.

"Jangan semua dilakukan BUMN. Jangan dikerjakan anak-anak keuangan. Libatkan sektor swasta terutama yang berada di daerah," tutur Jokowi.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Udin