PKP

Belum Terima Bayaran, Tiga Penari Erotis di Engku Putri Masih Diperiksa Polisi
Oleh : Romi Chandra
Senin | 16-04-2018 | 14:16 WIB
aksa-beri-keterangan1.jpg honda-batam
Ketua Penjaga Marwah Rudi (PMR), Aksa, yang menggagas serta penanggung jawab kegiatan pelantikan yang dibarengi dengan acara New vixion Lightning Family (NVLF) saat memberi keterangan (Foto: Irwan Hirzal)

BATAMTODAY.COM, Batam - Ketua Umum Pembela Marwah Rudi (PMR), Aksa Halatu, bersama tiga orang penari erotis yang tampil di Dataran Engku Putri pada Sabtu (14/4/2018) lalu, hingga kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Barelang, sejak diamankan pada Minggu (15/4/2018) kemarin.

Informasi yang dihimpun, pihak kepolisian akan melakukan gelar perkara untuk dugaan kasus yang melanggar undang-undang pornografi ini.

"Nanti sore rencananya akan dilakukan gelar perkara dulu," ujar salah seorang personil Polresta Barelang, Senin (16/4/2018).

Keterangan yang didapat dari seorang pria yang mengaku kerabat ketiga penari erotis itu, mengaku tidak menyangka hal ini akan terjadi.

Sesuai dengan profesinya sebagai penari, ketika ada tawaran untuk tampil dengan bayaran lumayan, kesempatan itu tidak akan disia-siakan.

"Sejak dipanggil kemarin sore sampai sekarang ketiga teman saya belum boleh pulang. Saya hanya menemani di sini," ungkap perempuan yang enggan menyebutkan namanya ini.

Ditambahkan, rencananya kemarin sore ketiga penari itu ingin meminta bayaran dengan harga Rp 1 juta per orang. Namun hal itu belum terlaksana.

"Polisi sudah lebih memanggil untuk diperiksa, jadi sampai sekarang mereka juga belum dibayar," akunya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam langsung mengambil sikap dengan menggelar konferensi pers kepada awak media, terkait penampilan tiga penari erotis di Dataran Engku Putri pada Sabtu (14/4/2018) kemarin.

Editor: Yudha