Drosano, Antara Pemberantasan Narkoba dan Peningkatan PAD dari Dunia Pariwisata
Oleh : Hadli
Jumat | 13-04-2018 | 12:16 WIB
rosano-01.jpg honda-batam
Ahmad Rosano alias Drosano.

BATAMTODAY.COM, Batam - Antara narkoba dan dunia pariwisata tentunya memiliki latar belakang dunia yang berbeda. Namun, di tangan pria kelahiran Makasar, Sulawesi Selatan, ini keduanya menjadi satu. Ya, satu tekat. Tekas untuk memberantas narkoba dan mengembangkan wisata yang dapat meningkatkan pendapatan daerah Kota Batam.

Sosok pria kelahiran tahun 1965 ini terbilang tegas, cekatan dan tentunya berperinsip. Pergaulannya yang luwes tanpa pilih-pihih ras dan golongan, menjadikannya matang dalam berpandangan.

Ahmad Rosano, begitu nama pria berumur 53 tahun itu. Drosano, begitu dia akrab disapa koleganya, saat ini memimpin dua organisasi sekaligus. Keduanya adalah Asosiasi Pengusaha Game Elektronik Anak-anak dan Keluarga (APGEMA) Kepri dan Berantas Lingkaran Narkoba (Berlian).

Pandangan Presiden Berlian ini terhadap narkoba sangat tidak terduga. Ia mengetahui persis lingkaran narkoba yang beredar di Kepri. Kata dia, ada oknum-oknum aparat turut serta terlibat di dalam lingkaran setan itu.

Terlebih lagi, tambah pria pecinta olahraga ini, peredaran narkoba jenis pil ekstasi, yang beredar bebas di tempat hiburan malam di Kepri, khusunya Batam, tanpa tindakan yang berarti dari aparat terkait. Bahkan, pemilik diskotik tidak pernah mendapat tindakan tegas, meski nyata-nyata membiarkan tempat usahanya jadi arena peredaran narkoba. "Ada apa pemilik diskotik tak pernah tersentuh hukum," ujar Drosano bertanya.

Di lain sisi, pemerintah memiliki tanggung jawab penting untuk melakukan pengawasan sebagai pihak pemberi izin. "Di Kepri ini khususnya Batam sudah menjadi rahasia umum lokasi tempat hiburan malam yang beredar narkobanya. Namun sejak berdiri sampai saat ini nihil pengungkapan," kata dia.

Hiburan tanpa narkoba bukan tidak bisa. Hanya saja, ia menilai para mafia-mafia yang berlindung di balik label pengusaha yang legal senagaja menciptakan aroma itu.

"Rumus pemberantasan narkoba itu sederhana. Antara hulu dan hilir. Selama ini hanya hilir yang ditangkap sana-sini, masyarakat sebagai korban dan negara yang dirugikan karena memberi makan mereka yang terjerumus. Namun, mana hulunya? Tidak ada yang ditindak," kata dia.

Drosano yang juga Ketua APGEMA Kepri berpendapat, dunia pariwisata tidak akan tumbang di Kepri khususnya Batam bila peredaran narkoba di tempat hiburan malam diberantas. Sebab sebagai wilayah kepulauan, masih banyak potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan PAD.

Selain wisata bahari yang dapat dikembangkan di Kepri khususnya Batam, permainan ketangkasan elektronik juga potensi yang bersar untuk pendapatan daerah. Hanya saja, ada oknum yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan kelompok mereka.

"Untuk itu jika ada lokasi permainan elektronik yang terindikasi perjudian kita mendung aparat kepolisian mengambil tindakan," tutup Drosano dengan lugas.

Sayangnya, penindakan selama ini hanya menyeret pemain, karyawan setingkat pengawas, wasit dan kasir. Kapan pemodal disentuh?

Editor: Gokli