PKP

Konflik Taksi di Batam Ganggu Pariwisata
Oleh : Irwan Hirzal
Kamis | 15-03-2018 | 09:26 WIB
wawako-batam-amsakar-ahmad.jpg honda-batam
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (Foto: Irwan Hirzal)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kota Batam saat ini bisa dibilang 'tidak aman' dalam segi trasportasi. Kerap ditemukan konflik antara taksi online dengan konvensional maupun gojek dan ojek pangkalan. Hal itu akan berdampak dalam mendukung aktivitas pariwisata di Provinsi Kepri, khususnya Kota Batam.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengakui konflik yang terjadi akan mengganggu dunia parawisata. Di mana tidak hanya wisatawan dalam negri saja, melainkan wisata mancanegara mengeluhkan polemik taksi tersebut.

"Konflik taksi ini kan masuk ke media, itu akan berpengaruh pada wisatawan dan wisman. Kami bersama provinsi komit membenahi taksi di Batam," ujar Amsakar usai pertemuan kemarin sore.

Ia mengatakan, keamanan dan kenyaman salah satu faktor pendukung dalam dunia pariwisata. Untuk itu keamanan dan kenyaman harus dijaga semua pihak, baik taksi online maupun konvensional.

"Ini kalau dijaga keamanan dan kenyaman akan dapat hidup semua. Tapi kalau taksi online dan konvensional tidak menjaga, jadi masalah. Makin sedikit orang datang ke Batam," ungkap Amsakar.

Amsakar menyebutkan, tahun ini even parawisata cukup banyak. Diawal tahun Januari dan Febuari 2018, ada 5 even nasional yang diselenggarakan oleh Pusat di Batam. Dengan jumlah 15 ribu kunjungan wisatawan.

"Kita harapkan dua kubu ini taat pada komitmen yang sudah disepakati. Karena rapat pembahasan ini sangat luar biasa. Berkali-berkali rapat, tapi solusi permanennya belum ditemukan," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meminta agar sevice kepada wisatawan mancanegara ditingkatkan. Tidak hanya pelayanan atau service dari pelaku usaha swasta seperti Hotel, Restoran saja, melainkan pegawai Pemko Batam.

"Untuk mendukung wisman, pelaku usaha termasuk taksi juga harus menjaga Batam. Sehingga tidak muncul kesan Batam tidak aman," pungkasnya.

Editor: Udin