Bijak Menyikapi Informasi di Media Sosial
Oleh : Redaksi
Rabu | 14-03-2018 | 17:50 WIB
medsos4.jpg
Ilustrasi media sosial. (Foto: Ist)

Oleh Sulaiman Rahmat

BELUM lama ini publik dihebohkan dengan penangkapan kelompok muslim cyber army atau MCA. Kelompok tersebut merupakan sindikat yang berbahaya karena menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian di internet. Sebelum ini, organasasi yang sepak terjangnya mirip MCA, yaitu Saracen sudah lebih dulu diamankan oleh pihak berwajib.

Kasus-kasus serupa yang semakin membuat resah warga dengan mempublikasikan berita hoax tersebut akhirnya membuat polisi turun tangan untuk menangkap dalang di balik itu semua.

Bagi yang belum tahu, Muslim Cyber Army memiliki beberapa grup di sosial media. Empat grup berbeda yang dimiliki oleh sindikat MCA ini memiliki tugas dan peran tersendiri, grup itu antara lain: Cyber Moeslim Defeat, tim sniper MCA, MCA United, dan The Family MCA.

Dalam grup yang lebih umum dan terbuka yakni grup MCA United, pengikutnya telah berjumlah ratusan ribu orang. Dilihat dari jumlah pengikutnya tersebut, grup ini termasuk populer di sosial media. Dalam pengelolaan 20 admin, grup banyak membuat konten hoax yang bersifat provokasi.

Berita yang ada di grup MCA ini sempat viral, antara lain: konten tentang kebangkitan PKI dan berita tentang penganiayaan ulama. Selain itu, banyak juga konten berisi ujaran kebencian terhadap tokoh negara, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat.

Selain MCA United, ada pula grup MCA memiliki anggota khusus yang jumlahnya sekitar 100 orang. Grup ini membahas sesuatu yang sifatnya tertutup. Tidak hanya lewat grup, para tokoh MCA juga berkomunikasi lewat aplikasi Zello.

Bukan hanya konten hoax dan berita yang berisi ujaran kebencian serta memprovokasi rakyat, MCA juga menyebar virus yang b