TNI AL Pastikan Kondisi Laut Natuna Utara Aman dari Kapal Ikan Asing
Oleh : Fredy Silalahi
Rabu | 14-03-2018 | 12:15 WIB
kri-532.jpg honda-batam
KRI Teluk Celukan Bawang 532 saat berlabuh di Pelabuhan Tarempa, Anambas. (Foto: Fredy Silalahi)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Kapal Perang milik TNI Angkatan Laut, KRI Teluk Celukan Bawang 532 pastikan saat ini kondisi Laut Natuna Utara masih aman dan kondusif dari aktivitas kapal ikan asing.

Hal tersebut disampaikan oleh Komandan KRI, Letkol Laut (P) Rama Rimear saat berlabuh di Pelabuhan Tarempa usai melakukan patroli.

"KRI Teluk Celukan Bawang 532 sektor operasi di Natuna dan cover di Anambas. Kami baru melakukan patroli hingga ke perairan Utara atau perbatasan Indonesia dengan Vietnam dan rik petronas perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Sejauh ini kondisi perairan Laut Natuna Utara masih aman dan kondusif," ujar Rama Rimerar yang didampingi Palaksa Lanal Tarempa Mayor Laut (P) Budi Darmawan saat menggelar coffie morning di Ruang VIP KRI, Rabu (14/3/2018).

Rama menerangkan KRI Teluk Celukan Bawang 532 bertugas sebagai armada pendarat bagi pasukan Marinir TNI AL dan juga sebagai kapal pengangkut logistik serta patroli keamanan laut.

"KRI ini merupakan armada yang mampu mengangkut personil hingga 200 orang dan mampu membawa tank sebanyak 7 unit. Kapal ini juga memiliki kecepatan ekonomis 12 knot dan kecepatan maksimal 18 knot dan diawaki 58 pelaut," jelasnya serayakan mengatakan kapal tersebut didatangkan dari Jerman dengan tahun pembuatan 1976.

Palaksa Lanal Tarempa, Mayor Laut (P) Budi Darmawan menambahkan, selama adanya kebijakan penenggelaman kapal ikan asing memiliki efek jera bagi negara tetangga yang tetap nekat mencuri ikan.

"Selama kebijakan penenggelaman kapal ikan asing, aktivitas pencurian ikan sangat berkurang. Kemudian dikuatkan untuk melakukan patroli. KRI juga tetap melakukan pengawasan terhadap nelayan Indonesia yang menangkap ikan," tambahnya.

Budi menerangkan selain beristirahat di Pelabuhan Tarempa, KRI juga akan diperkenalkan kepada para pelajar dan masyarakat umum.

"Kita membuka ruang bagi pelajar untuk memupuk rasa kemaritiman di KRI ini. Para pelajar akan dibawa mengelilingi kapal dan diperkenalkan bahwa ini salah satu kapal perang milik Indonesia. Saat ini yang mendaftar dari SMP 5 Batu Tambun," terang Budi.

Editor: Gokli