PKP

Operasi One Man One Target

Ditpam BP Batam Bongkar Kandang Babi dan Kebun Ilegal di KKOP Hang Nadim
Oleh : Nando Sirait
Selasa | 13-03-2018 | 15:50 WIB
bongkar-kandang-babi13.jpg honda-batam
Petugas Ditpam BP Batam bongkar kandang babi. (Foto: Nando Sirait)

BATAMTODAY.COM, Batam - Operasi one man one target, yang dilakukan oleh jajaran petugas Direktorat Pengamanan (Ditpam) Badan Pengusahaan (BP) Batam pada Selasa (13/3/2018) membuahkan hasil. Dalam operasi yang dilakukan di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Hang Nadim Batam, para petugas masih menemukan adanya kandang untuk beternak babi serta perkebunan terlarang.

Setelah sebelumnya rombongan memulai mengecek kawasan hutan lindung di seputaran bundaran menuju Pelabuhan Punggur. Rombongan kemudian kembali menuju jalan raya dan melanjutkan patroli di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan, dengan masuk dari kawasan Kabil.

Tidak lama berselang, rombongan berhasil menemukan adanya kandang babi yang berada di tengah kawasan hutan lindung tersebut, petugas langsung melakukan upaya pembongkaran. Salah satu warga, Sitompul yang berada di kawasan kandang babi yang ditemukan oleh petugas mengaku bahwa kandang tersebut bukan miliknya.

"Aku di sini karena tadi pas melintas liat ada babi yang lepas bang, ini bukan punya aku," tutunya saat ditanyai oleh para petugas Ditpam.

Setelah berhasil merubuhkan kandang dan pondok yang terlihat sudah ditinggalkan, para petugas kemudian melanjutkan perjalanan kembali masuk ke bagian tengah hutan. Dalam perjalanan sendiri, masih terlihat adanya gubuk - gubuk yang sempat di ditinggali oleh warga.

"Itu rumah jaga yang digunakan oleh peternak babi mas, mereka tidak tinggal di sini. Mereka juga sudah kerap kita berikan peringatan makanya sudah banyak yang pindah, dan tidak berada lagi disini," ujar salah satu petugas Ditpam.

Dalam perjalanan menyusuri kawasan hutan lindung tersebut, rombongan tiba - tiba terhenti karena melihat adanya sepeda motor yang tampak ditinggalkan oleh pemiliknya. Petugas kemudian berusaha mencari keberadaan pemilik, dan menemukan adanya perkebunan yang tertutupi oleh pepohonan tidak jauh dari motor tersebut terparkir.

Setelah membongkar dan merubuhkan beberapa tanaman yang sudah terlihat mulai tumbuh. Rombongan melanjutkan perjalanan dan berhasil menemukan sekitar tiga perkebunan lainnya, dan kemudian para petugas melakukan pembongkaran kembali tidak hanya terhadap bangunan nya tetapi juga terhadap tanaman. Para petugas menduga adanya tanaman tersebut, milik para penggarap lahan yang sebelumnya telah mendapatkan peringatan.

"Sebenarnya di lapangan kami juga tidak sampai hati melakukan hal ini, makanya terkadang kami beri kompensasi untuk berada sampai panen saja kemudian keluar dan bongkar sendiri. Tapi kenyataan nya para penggarap lahan ini membandel dan melanjutkan ingin berkebun, walaupun sudah sempat panen sebelumnya," kata salah seorang petugas Ditpam.

Semenatara itu, Kepala Seksi Hutan Dan Patroli Ditpam BP Batam yang membawahi kawasan keselamatan operasional bandara, Willem menjelaskan bahwa sejak dirancang sejak awal tahun 2018. Operasi one man one target ini berhasil menghasilkan pencapaian yang signifikan.

"Dari hasil persentase kita dari awal tahun kemarin, yang kita tahu 80 persen warga yang mencoba tinggal di kawasan KKOP memilih beternak babi sama dengan di kawasan Duriangkang yang merupakan kawasan DAM untuk keperluan air sehari - hari. Untuk peternakan liar ini, sudah berhasil kita basmi karena takutnya akan menggangu keselamatan penerbangan nantinya," tuturnya.

Dari hasil operasi yang dilakukan petugas, diketahui adanya tren membuat perkebunan di tengah - tengah kawasan hutan lindung juga mulai mengalami peningkatan. "Untuk para petani ini, karena mereka sifatnya juga untuk bertahan hidup kita hanya meminta mereka untuk segera meniggalkan lokasi setelah panen pertama. Jadi tidak akan ada lagi panen - panen selanjutnya karena kawasan ini sendiri terlarang untuk kegiatan seperti itu," paparnya.

"Cara mereka yang membakar lahan untuk membuka lahan perkebunan di kawasan KKOP, tentu juga sangat berpengaruh terhadap penerbangan. Makanya kita juga terpaksa melakukan peringatan berkali - kali dengan lisan dan tertulis. Kadang mereka juga minta dikasih kompensasi, hal itu juga kita berikan dengan syarat akan diawasi dan mereka harus langsung keluar dari kawasan ini," tutupnya.

Editor: Yudha