PKP

Pelaku Pumbunuh Ayah Kandung di Bintan Bakal Diperiksa Kejiwaannya di Batam
Oleh : Syajarul Rusydy
Selasa | 13-03-2018 | 14:14 WIB
akun-bintan1.jpg honda-batam
Polisi saat amankan A Kun, pelaku pembunuh ayah kandungnya sendiri. (Foto: Syajarul)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Satreskrim Polsek Bintan Timur segera membawa A Kun (28) tersangka pembunuhan ayah kandungnya sendiri ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam, untuk diperiksa kejiwaannya.

Kapolsek Bintim, AKP Abdul Rahman membenarkan kabar tersebut, pasalnya setelah dilakukan pemeriksaan di Rumah Sakit AL (RSAL) Tanjungpinang, pada Selasa (13/3/2018). Dokter yang menangani hanya mampu memberikan surat pernyataan, yang mengatakan bahwa pelaku memang mengalami gangguan jiwa berat.

"Kita udah periksa ke RSAL, tadi langsung di tangani oleh dokter Rudi. Katanya pihak rumah sakit hanya bisa memberikan surat keterangan, bahwa pasian memang mengalami gangguan jiwa berat," beber Raham saat ditemui di Mapolsek Bintim, Selasa (13/3/2018).

Untuk itu, Rahman akan membawa A Kun ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan, guna melakukan visum, mengecek sakit yang diderita pelaku. Jika pelaku benar dinyatakan gila, maka proses penyidikan dihentikan.

"Besok lah baru kita ke sana, untuk mengecek kesehatan pelaku. Kalau memang dia benar-benar gila maka proses penyidikan dihentikan," kata Rahman.

Dari pantauan Rahman, selama pelaku di ruang tahanan Mapolsek Bintim, memang kelakuannya sedikit aneh. Seperti orang-orang yang sedang beralusinasi, seakan dirinya menjadi orang lain.

"Sampai sampai di dalam itu, dia teriak-teriak. Pukul-pukul pintu, kuat sekali tangannya itu. Pokoknya seperti orang yang tidak normal lah. Namun itu semua yang bisa memutuskan tetap yang ahli di bidangnya," timpal Rahman.

Sebelumnya, jajaran Unit Reskrim Polsek Bintan Timur (Bintim) mengamankan pelaku pembunuh ayah di Jalan Barek Motor Kijang, Kecamatan Bintim, Akun (28), pada Senin (12/3/2018) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kapolsek Bintim, AKP Abdul Rahman mengatakan bahwa sebelumnya pelaku sempat dilarikan ke RSUD Bintan, namun lantaran kerab melarikan diri. Akhirnya diamankan di Mapolsek Bintim, guna menghindari hal hal yang tidak diinginkan.

"Dia sudah dua kali dibawa ke RSUD Bintan, tapi kabur terus. Makanya ditahan dulu di kantor," tutur Rahman saat ditemui di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Editor: Yudha