Syuzairi Pastikan Tak Boleh Ada Bangunan di ROW Jalan

Tim Terpadu Segera Kroscek Legalitas Kios di ROW Jalan Depan SP Plaza
Oleh : Irwan Hirzal
Selasa | 13-03-2018 | 12:02 WIB
kios-sakti.jpg honda-batam
Sederet kios berdiri di lahan hijau daerah SP Plaza, Kecamatan Sagulung tak disentuh Tim Terpadu Kota Batam. (Foto: Yosri Nofriadi)

BATAMTODAY.COM, Batam - Ketua Tim Terpadu Kota Batam, M Syuzairi, mengaku belum mengetahui adanya bangunan atau kios yang didirikan pihak Sentosa Plaza (SP) Sagulung di sekitar ROW jalan depan plaza tersebut.

"Belum ada laporan. Seharusnya tidak boleh SP Plaza membangun kios dan menyewakan di atas ROW jalan," ujar Syuzairi, Selasa (13/03/2018) siang.

Syuzairi mengaku akan menurunkan tim untuk melihat legalitas 35 kios di depan SP Sagulung tersebut. Menurutnya bangunan yang berdiri di RoW jalan sudah menyalahi aturan yang ada.

Apalagi pengelola SP Sagulung tidak memiliki hak dan peruntukan dalam membangun kios.

"Itu kan bukan peruntukan SP, apalagi ada pungutanya. Kalau itu tidak ada izin, kami akan tertipkan. Kita akan turun melihat legalitasnya," ujar Syuzairi mengaku tengah berada di Jakarta.

Ia menambahkan, apabila ada bangunan liar yang tidak sesuai dan mengganggu, Satpol tingkat kecamatan bisa melakukan penertiban. Karena sesuai tugas, Satpol PP berhak melakukan penertiban sepanjang melanggar aturan.

"Satpol PP kecamatan bisa membongkar, sepanjang itu melanggar aturan. Pembongkaran itu kerjaan rutin Satpol PP," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, RoW jalan di depan Sentosa Plaza (SP) Sagulung disulap menjadi ladang bisnis oleh pengelola. Mereka, membangun kios-kios dan menyewakannya kepada para pedagang makanan dengan tarif yang mahal.

Pedagang yang menyewa kios di lokasi tersebut mengaku, membayar tarif sewa kios dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan, yang disetorkan langsung ke kantor pengelola SP Plaza.

"Setiap bulan uang sewa kami bayarkan kepada pengelola SP Plaza. Setiap pedagang sewanya beda-beda, tergantung tempatnya juga. Kalau saya bayar Rp1,5 juta per bulan," ujar salah seorang pedagang di SP Plaza yang tak mau disebutkan namanya, Sabtu (10/3/2018).

Editor: Gokli