Pemerintah Harus Segera Tentukan Kuota

Konflik Transportasi Online dan Konvensional Harus Segera Diakhiri
Oleh : Romi Chandra
Selasa | 13-03-2018 | 08:17 WIB
kubu-sopir-nyaris-bentrok.jpg honda-batam
Perseteruan antara driver transportasi online dengan konvensional di depan Harbour Bay Mall Senin (12/3/2018) malam (Foto: Romi Chandra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Perseteruan antara driver transportasi online dengan konvensional di Batam tidak akan berakhir, selama pemerintah tidak segera mengeluarkan aturan yang bisa menyudahai konflik antara pengemudi ini.

Sejauh ini, pihak dari kepolisian sudah sering menyurati pemerintah dan mengadakan pertemuan untuk memfasilitasi masalah ini.

"Muaranya itu ada pada pemerintah yang harus segera mengeluarkan kebijakan untuk masalah ini. Jika tidak, hal seperti ini (bentrok) akan terus terjadi," ungkap Wakapolresta Barelang, AKBP Mudji Supriadi, yang turun langsung membubarkan bentrok kedua kubu transportasi tersebut di depan Harbour Bay, Batuampar, Senin (12/3/2018) malam.

Dijelaskan, kejadian berawal saat satu taksi online dicegat taksi konvesional karena mengambil penumpang di jalan, depan Harbour Bay Mall. Kemudian mobil dibawa ke dalam kawasan Harbour Bay.

Hal ini menyulut emosi pra driver painnya, baik di pihak taksi online maupun ojek online sehingga mereka berniat menyerang ke Harbour Bay.

"Masalah awal karena ada taksi online yang dicegat. Karena itu, pemerintah harus segera menetapkan kuotanya. Katanya sekarang ini sedang digodok, namun ini harus segera," pinta Mudji. "Jika kuota sudah ditetapkan, jadi bagi siapa yang tidak terdaftar bisa ditindak tegas," tambahnya.

Sebelumnya, pertikaian antara driver transportasi online dengan konvensional pecah di depan Harbour Bay, Batuampar, Senin (12/3/2018) malam tadi. Lambatnya proses penyelesaian dari pemerintah, menjadi salah satu pemicu kedua kubu ini bersitengang pada legalitas masing-masing.

Pertikaian malam tadi bahkan nyaris bentrok. Bentrok antar-pengemudi atau sopir. Ya, kedua belah pihak sama-sama pengemudi. Kedua pihak sama-sama mencari nafkah dengan mengemudi taksi atau ojek. Bentrok antara kedua belah pihak hanya dipicu sarana pemesanan.

Di satu pihak secara online, satunya lagi masih konvensional. Hal ini yang harus segera disikapi pemerintah, dalam hal ini Pemko Batam dan Pemprov Kepri. Kedua kubu bahkan sudah standby untuk saling menyerang.

Beruntung pihak kepolisian dengan sigap membubarkan konsentrasi massa kedua kubu dengan mengerahkan mobil water canon. Sampai kapan pertikaian kedua belah pihak harus dibiarkan?

Editor: Udin