PKP

Pedagang Pasar Induk Minta Kepastian Relokasi Lapak Dagangannya
Oleh : Irwan Hirzal
Senin | 12-03-2018 | 18:15 WIB
pedagang-pasar-induk-jodoh.jpg honda-batam
Puluhan pedagang yang beraktivitas di Pasar Induk Jodoh mendatangi kantor DPRD Batam (Foto:Irwan Hirzal)

BATAMTODAY.COM, Batam - Puluhan pedagang yang beraktivitas di Pasar Induk Jodoh mendatangi kantor DPRD Batam. Mereka meminta kepastian terhadap relokasi yang dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Sebab mereka khawatir digusur secara tiba-tiba.

Salah seorang pedagang di Pasar Induk Jodoh, Winda, pemindahan yang direncanakan, Rabu (14/3/2018) mendatang tergolong tiba-tiba. Setelah surat peringatan tiga (SP3) beredar ke para pedagang.

"Padahal pengelola pernah mengumumkan belum ada rencana pemindahan. Tapi kami tiba-tiba dapat SP3. Ini kerugian bagi kami, karena sejumlah barang buah sudah dipesan," ujar Winda dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi I DPRD Batam.

Persoalan lain yang diterima anggota dewan terkait dengan pedagang di samping Pasar Induk yang mengaku akan digusur juga. Namun mereka tidak masuk dalam pedagang di Pasar Induk.

Mereka beraktivitas di lahan PT Usaha Jaya Makmur milik swasta yang sebenarnya tidak masuk dalam lahan Pasar Induk. Namun mereka menduga, karena Pasar Induk Jodoh mau dibangun, maka PT Usaha Jaya juga mau bangun lahannya.

"Kami juga diminta pindah. Kami menyewa di lahan PT Usaha Jaya, tapi sekarang diminta pindah," ungkap pedagang lain kepada Anggota Komisi I DPRD Batam tersebut.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPRD Batam, Tumbur Sihaloho, mengatakan jika sudah ada SP2 dan akan di-SP3 dan Rabu mau digusur, berarti sudah ada solusi pemerintah untuk pedagang Pasar Induk.

"Tapi sekarang belum ada solusi di lapangan. Kebijakan itu jangan dibuat meresahkan. Berikan solusi dulu," ujarnya.

Sementara Kabid Trantib Satpol PP, Imam Tohari, mengatakan sudah ada kerja sama antara Pemko dengan PT Cahaya Dinamika yang menampung pedagang di lahan samping Pasar Induk Jodoh.

"Pedagang akan ditempatkan di situ dulu. Mungkin sistem sewa, sampai pembangunan Pasar Induk Jodoh selesai," jelasnya.

Disebutkan, pemindahan sementara pedagang Pasar Induk Jodoh karena pasar induk akan dirobohkan. Setelah itu akan dibangun kembali dengan desain baru. Sudah dibangun kios dekat lokasi yang akan diperuntukkan untuk pedagang.

"Bagi yang tidak mendapatkan kios akan mendapat uang sagu hati dan kapling," beber Imam.

Dijelaskan, data awal pedagang di Pasar Induk Jodoh sebanyak 139 pedagang. Kemudian dilakukan verifikasi pedagang yang aktif dan diperoleh angka sebanyak 88 pedagang.

Menurut Imam, yang protes hari ini ada 85 persen merupakan pelaku usaha di lahan Usaha Jaya yang tidak ada kaitan dengan Pasar Induk. Sehingga pihaknya tidak bisa menanganinya.

"Jadi ini ada dua persoalan berbeda," katanya.

Editor: Udin