PKP

Dishub Batam akan Hapus 1.300 Metro Trans yang Tak Layak Operasi
Oleh : Irwan HIrzal
Jumat | 09-03-2018 | 08:15 WIB
tahan-ratusan-taksi-online.jpg honda-batam
Persatuan Supir Metro Trans (Persomet) saat menuntut keberadaan taksi online di Kota batam. Padahal dari 1.700 kendaraan metro trans jenis carry yang beroperasi, hanya 400 unit saja yang masih layak jalan (Fot5o: Irwan Hirzal)

BATAMTODAY.COM, Batam - Tercatat 1.700 kendaraan metro trans jenis carry yang beroprasi di Kota Batam dengan berbagai trayek, seperti Jodoh-Nongsa, Mukakuning-Batuaji, Bengkong-Jodoh dan Jodoh-Buaji-Tanjunguncang.

Namun dari 1.700 itu, hanya 400 kendaraan yang masih layak dan memenuhi standar sesuai Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwako). Di mana setiap kendaraan angkutan umum memiliki masa beroperasi, setelah diizinkan 15 sampai 18 tahun.

"Angkutan cabang lebih kurang kendaraannya ada 1.700 dari beberapa trayek. Tapi hanya 400 saja yang layak beroperasi. Sisanya sudah tidak layak beroperasi. Ini yang menjadi persoalan tersendiri, di samping mereka (Persatuan Supir Metro Trans (Persomet)-red) menuntut keberadaan taksi online," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Yusfa Hendri kemarin.

Trasportasi yang tidak layak itu, kata Yusfa, agar mengikui peremajaan. Artinya mobil yang tidak sesuai ketentuan itu, harus diahlihfungsikan. Bisa dihitamkan menjadi mobil pribadi atau bisa menjadi angkutan niaga.

Karena sesuai izin atau kesepakatan anatara Dishub dan badan usahan trasportasi tersebut, harus melakukan peremajaan. Nantinya Dishub akan mengatur ulang kendaraan yang layak beroperasi.

"Carry yang tidak layak juga menjadi PR Dishub. Jasa trasportasi badan usaha harus ikuti peremajaan. Kalau tidak, kita akan sesuaikan berapa unit layak beroprasi, jumlah itu saja yang kita izinkan," ujarnya.



Yusfa juga mengaku sudah mengirimkan surat pemberitahuan agar badan usaha angkutan berbagai trayek, untuk mengalihfungsikan kendaraan yang tidak layak. Paling lambat enam bulan ke depan.

"Persoalan penambahan angkutan baru tidak semudah itu. Sekarang saja mendapatkan penumpang sudah semakin susah. Jadi mereka untuk melakukan peremajaan pasti akan berat," katanya.

Kini masyarakat lebih memilih angkuan trasportasi online, meskipun belum mengantongi izin. Selain cepat, angkutan online juga memberikan kenyaman dan keamanan bagi para penumpang.

"Sekarang masyarakat juga semakin selekif memilih angkutan umum. Online murah, nyaman. Dengan jumlah penumpang bayak, mereka hanya membayar hitungan satu penumpang. Akhirnya angkutan trayek menjadi kosong. Ini menjadi permasalahan tersendiri. Sehingga ke depan Dishub tidak akan mengambil kebijakan penambahan kouta," pungkasnya.

Editor: Udin