Penerapan KEK di Batam Bertahap, Kawasan Nongsa Jadi Percontohan
Oleh : Irwan Hirzal
Kamis | 08-03-2018 | 11:26 WIB
penerapan_kek1.jpg honda-batam
Pimpinan BP Batam saat menjelaskan mengenai penerapan KEK di Kota Batam. (Foto: Irwan Hirzal)

BATAMTODAY.COM, Batam - Penerepan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kota Batam akan dilakukan secara bertahap. Ini ditegaskan Kepala BP Batam, Lukita Dinarsya Tuwo usai menghadiri rapat di Jakarta.

"Rapat kemarin di pusat mengenai FTZ ke KEK. Disepakati, secepatnya dilakukan pematangan mengenai zona-zona enclave untuk KEK yang akan ditetapkan di Batam," ujar Lukita, Rabu (7/3/2018) sore.

Saat ini, sambung Lukita, BP Batam tengah melakukan persiapan agar KEK tersebut segera terwujud. Sejauh ini, baru kawasan Nongsa yang menyatakan siap dalam menerapkan KEK itu.

Bahkan, BP Batam juga akan menjalin kerja sama dengan Dirjen Bea Cukai, terkait pembentukan tim guna mengkaji serta mendalami pergerakan lalu lintas barang.

"Kami melihat, yang betul-betul siap itu daerah Nongsa. Pergerakan lalu lintas dari KEK ke kawasan non KEK. Karena akan ada kawasan industri yang tidak masuk dalam KEK," ujarnya.

Menurutnya, persiapanya yang paling penting dilakukan masing-masing perusahan di KEK adalah menyediaan komputer. Di mana, komputer tersebut nantinya akan memantau pergerakan barang dari satu tempat ke tempat lain yang terkoneksi langsung ke Bea Cukai.

"Akan ketahuan apakah barang yang masuk dicek. Atau apakah nanti bergerak di luar KEK, itu Bea Cukai yang bisa memonitor. Ini persiapan yang harus dilakukan sebelum penerapanya," ungkapnya.

Lukita menargekan masa transisi FTZ ke KEK bisa memakan waktu dua sampai tiga tahun mendatang. Sebab, dari 24 kawasan industri yang ada, tidak seluruhnya siap menjalankan KEK, bahkan beberapa perusahan tetap menjalankan FTZ.

"Kita tau nanti ada kawasan yang tidak masuk dalam KEK. Mereka bersifat terpecah-pecah dan singel indufidual, sehingga akan sulit menjadi kawasan KEK. Perusahaan itu berkomitmen tetap menikmai FTZ," pungkasnya.

Editor: Gokli