Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemeriahan di Danau Sunter yang Bermula dari Tantangan Menteri Susi
Oleh : Redaksi
Senin | 26-02-2018 | 08:00 WIB
menteri-susi.jpg Honda-Batam
Aksi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebelum adu cepat melawan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Danau Sunter, Jakarta Utara, Minggu (25/02/2018). Festival tersebut diadakan untuk menjawab tantangan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga menjadikan Danau Sunter seperti di Geneva, Swiss.(Sumber foto: Kompas.com)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Festival Danau Sunter berlangsung meriah, Minggu (25/2/2018) kemarin. Dalam kegiatan itu, masyarakat disuguhkan pertandingan yang mungkin akan sulit disaksikan lagi.

Bagaimana tidak, dua pejabat publik berlomba, bersaing. Bukan dalam urusan politik, tetapi adu kecepatan dalam sebuah pertandingan olahraga. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti adu cepat dalam olahraga keahlian mereka masing-masing. Sandiaga berenang sedangkan Susi paddling atau mendayung menempuh jarak 1 kilometer. Medan pertandingannya di Danau Sunter, Jakarta Utara.

Sejak pagi sekali, Sandiaga dan Susi sudah stand by di Danau Sunter. Mereka mulanya bersepeda bersama dengan jarak 12 kilometer. Khusus untuk Sandi, pemanasan sebelum pertandingan tak sampai di situ. Dia kemudian lari sepanjang 5 kilometer bersama rombongan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Setelah itu, barulah keduanya bersiap di dermaga. Sandiaga dengan baju renangnya dan Susi dengan papan dayungnya. Setelah aba-aba, keduanya langsung melesat ke tengah danau.

Suasana warga yang menonton Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat adu cepat melawan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Danau Sunter, Jakarta Utara, Minggu (25/02/2018). Festival tersebut diadakan untuk menjawab tantangan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga menjadikan Danau Sunter seperti di Geneva, Swiss.(Sumber foto: Kompas.com)

Sejak awal, Susi sudah terlihat unggul dari Sandiaga. Susi santai melaju dengan papannya sementara Sandiaga muncul dan menyelam menyusuri Danau Sunter. Tidak sampai satu jam, Susi sudah terlihat kembali mulai mengarah ke dermaga. Namun, Sandiaga tak kunjung terlihat.

Susi pun menunggu Sandiaga di atas papan dayungnya. Ada-ada saja tingkah Susi. Saat menunggu Sandiaga, dia sempat-sempatnya ngopi di atas papan dayung.

"Wah iya dia ngopi dulu tuh, ngopi. Yah dia piknik," kata pembawa acara dalam acara itu.

Tak hanya itu, Susi juga rebahan dan goyang-goyang kaki di atas papan dayungnya. Bahkan Susi juga sempat-sempatnya berselancar ke tepi danau untuk menyapa warga. Tidak lama kemudian, Sandiaga muncul dan semakin dekat dengan posisi Susi.

Begitu Sandi sudah terlihat, Susi langsung bersiap melanjutkan pertandingan. Syarat untuk menang adalah mencabut bendera putih yang ada di tepi danau. Susi langsung melesat mendekati bendera itu. Dia menyentuh bendera itu, tetapi tidak langsung mencabutnya.

Susi kemudian malah menceburkan diri ke danau untuk berenang bersama Sandiaga yang sedang berenang ke arahnya. Keduanya lalu berenang bersama ke bendera putih dan mencabutnya berdua.

Warga yang menonton menyambut mereka dengan tepuk tangan meriah. Meski kalah, wajah Sandiaga tersenyum lebar. "Pertama, memang perempuan lebih kuat dari laki-laki. Manusia jangan berani melawan teknologi," kata Sandiaga.

Pertandingan antara Sandiaga dan Susi itu merupakan bagian dari Festival Danau Sunter. Festival itu berlangsung meriah. Danau Sunter seketika dipenuhi lautan manusia. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang membuka festival itu juga berharap festival tersebut tak sekadar jadi ajang tanding Susi dan Sandiaga, tetapi jadi momentum untuk mengajak masyarakat menjaga kebersihan danau.

"Satu per satu semua situ, danau di Jakarta jadi tempat bersih, nyaman digunakan, dan Insya Allah tempat yang selalu bebas di Jakarta," ujar Anies.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berenang saat adu cepat melawan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Danau Sunter, Jakarta Utara, Minggu (25/02/2018). Festival tersebut diadakan untuk menjawab tantangan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga menjadikan Danau Sunter seperti di Geneva, Swiss.(Sumber foto: Kompas.com)

Tantangan Susi

Apa yang terjadi di Danau Sunter kemarin bermula dari tantangan Susi terhadap Anies dan Sandi. Susi dalam kunjungannya ke Geneva, Swiss, tahun lalu mengagumi danau yang ada di tempat itu.

"Ada waktu luang, makan siang di danau. Angsanya cantik, danaunya jernih. Pak Sandi pasti pernah ke sini," kata Susi ketika itu.

Danau tersebut mengingatkan Susi pada Danau Sunter di Jakarta. Susi yakin Danau Sunter bisa ditata menjadi secantik danau di Geneva. Susi menantang Anies dan Sandiaga untuk menjadikan Danau Sunter seindah danau di Geneva.

"Sekarang kan beliau punya power dan authority di Jakarta. Saya yakin Danau Sunter bisa dibikin seperti ini, setuju enggak penonton? Mari sampaikan ke Pak Anies dan Pak Sandi," kata Susi saat itu dalam sebuah rekaman video.

Tantangan itu langsung disambut dengan tangan terbuka. Sandiaga langsung mengajak Susi lomba di Danau Sunter untuk membuktikan bahwa danau itu sudah bersih.

Tugas belum selesai

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meraih bendera tanda pemenang saat adu cepat melawan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Danau Sunter, Jakarta Utara, Minggu (25/02/2018). Festival tersebut diadakan untuk menjawab tantangan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga menjadikan Danau Sunter seperti di Geneva, Swiss.(Sumber foto: Kompas.com)

Danau Sunter memang sudah cukup bersih dari sampah, walau di sana-sini masih ada dan masih berlumpur. Tugas Anies dan Sandiaga pun belum selesai. Mereka diminta untuk membersihkan semua danau yang ada di Jakarta.

Di Jakarta Utara sendiri ada 12 danau. Sandiaga meminta Wali Kota Jakarta Utara Husein Murad untuk secara bertahap membereskan masalah sampah di danau-danau itu.

Sumber: Kompas.com
Editor: Udin