PKP

Wakapolda Sebut Pelaku Narkoba Seharusnya Ikut Dimusnahkan
Oleh : Irwan Hirzal
Kamis | 15-02-2018 | 18:50 WIB
wakapolda-pegang-tersangka.jpg honda-batam
Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Yan Fitri Halimasyah, memegang salah satu tersangka dalam acara pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu, ganja dan ekstasi di markas Mapolda Kepri, Nongsa (Foto: Irwan Hirzal)

BATAMTODAY.COM, Batam - Peredaran narkoba di Kepri setiap tahun selalu meningkat. Hal itu yang diungkapkan Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Yan Fitri Halimasyah, dalam acara pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu, ganja dan ekstasi di markas Mapolda Kepri, Nongsa.

Yan menyebutkan, semestinya dalam pemusnahan, 18 pelaku juga turut dimusnahkan bersama narkoba berupa sabu, ganja dan ekstasi itu.

"Saya berfikir seharusnya pemusnahan barang bukti narkoba ini juga dimusnahkan para tersangkanya ini. Karena mereka yang sudah membahayakan kehidupan bangsa," ujar Yan, Kamis (15/02/2018) sore.

Dia menjelaskan, 18 tersangka dihadirkan dalam pemusnahan ini, agar mendengar dan melihat jeritan bangsa dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Karena akhir-akhir ini, penyalahgunaan narkotika sangat memprihatinkan, dan bahkan setiap tahun selalu meningkat.

Ia berharap, dengan disaksikannya pemusnahan barang bukti itu, pelaku ke depan bisa berubah pikiran. Baik pada saat menjalankan hukuman, maupun berinteraksi dengan rekan-rekan di Lapas.

"Para pelaku mungkin khilaf atau karena sesuatu hal. Ke depan mereka harus berubah, jadilah agen-agen pembawa sebuah pencerahan baru untuk bangsa yang lebih baik," ungkapnya.



Yan juga berharap, tindakan aparat Kejaksaan Negeri (Kejari), Bea Cukai dan Polri, harus memberikan efek jera kepada para pelaku. Terutama dalam tuntutan hukuman yang dijatuhkan. Karena sudah membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Tindakan aparat harus luar biasa. Bila perlu semuanya rata saja, hukuman mati lebih baik bagi bangsa ini. Mereka ini sudah merusak generasi bangsa. Kami harus bersama dengan rakyat, bersatu padu memerangi barang-barang narkoba yang tidak diinginkan masuk ke Indonesia," pungkasnya.

Editor: Udin