Dipicu Menurunnya Komoditas Non Migas

Januari 2018, Ekspor Kepri Menurun 15,70 Persen
Oleh : Ismail
Kamis | 15-02-2018 | 15:38 WIB
BPS-Panusunan15.gif honda-batam
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Panusunan Siregar. (Foto: Ismail)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Nilai Ekspor Provinsi Kepri kembali mengalami penurunan pada Januari 2018 ini. Penurunan tersebut mencapai angka 15,70 persen jika dibanding dengan bulan Desember 2016 lalu.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri penurunan nilai ekspor pada bulan November itu disebabkan turunnya ekspor komoditas migas sebesar 7,29 persen dan non migas sebesar 19,19 persen.

Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar memaparkan, penurunan angka ekspor Kepri pada bulan Januari ini cukup signifikan. Yang semulanya bernilai US$ 1.095,96 juta pada Desember tahun lalu menjadi US$ 923,85 juta awal 2018.

"Memang ini cukup turun yakni pada angka 15,70 persen," ungkapnya dalam press rilis di Kantor BPS Kepri kawasam Jalan Ahmad Yani Tanjungpinang, Kamis (15/2/2018).

Panusunan menjelaskan, peran ekspor terbesar di Provinsi Kepri pada bulan Januari 2018 adalah sektor nonmigas yaitu sebesar US$626,30 juta dan memiliki peran 67,79 persen dari total nilai ekspor. Hal ini lah yang memicu penurunan angka ekspor Kepri pada awal tahun ini. Dimana, sektor non migas tidak dapat berjalan maksimal, hingga mengalami penurunan.

Penurunan tersebut bahkan, tidak hanya dialami pada perbandingan bulan saja, bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (Januari 2017-Januari 2018, red), ekspor Provinsi Kepulauan Riau mengalami penurunan sebesar 9,67 persen, yaitu dari US$ 1.022,79 juta menjadi US$923,85 juta. Penurunan nilai ekspor Januar i2018 dibanding Januari 2017 disebabkan oleh penurunan ekspor sektor non migas sebesar 14,05 persen.

"Jadi penurunan nilai ekspor ini bukan hanya sekarang saja. Tapi, di tahun sebelumnya pun sudah terlihat ini," kata Panusunan.

Sementara itu, untuk diketahui nilai ekspor Provinsi Kepri Januari 2018 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar sebesar US$ 296,38juta. Lalu, disusul Pelabuhan Sekupang sebesar US$ 192,73 juta. Ditempat ketiga, Pelabuhan Tarempa US$ 181,2 7juta. Sedangkan urutan ke-4 dan 5 yakni, Pelabuhan Kabil/Panau US$ 126,74juta, dan Pelabuhan Belakang Padang US$ 112,54 juta. Kontribusi kelima Pelabuhan terhadap total ekspor Januari 2018 adalah sebesar 98,46 persen.

Editor: Yudha