PKP

Kunjungi Pasar Malam Imlek, Nurdin Imbau Masyarakat Jaga Toleransi di Kepri
Oleh : Charles Sitompul
Kamis | 15-02-2018 | 14:26 WIB
nurdin-imlek1.jpg honda-batam
Gubernur Kepri Nurdin Basirun kunjungi pasar malam Imlek di Tanjungpinang. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY. COM, Tanjungpinang - Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun kembali mengingatkan, agar keberagaman suku, ras dan Agama di Kepri dijadikan berkah dan perekat antar masyarakat di Kepri.

Karena sejak dahulu dulu, masyarakat Kepri sangat terbuka dan menjunjung tinggi toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

"Toleransi dan saling membaur merupakan sikap yang tumbuh subur di masyarakat Kepri. Itu harus terus kita perkuat dan jangan mau terpecah belah oleh kepentingan kelompok yang ini mengacaukan negeri ini," kata Nurdin di sela-sela kunjungannya pada hari terakhir Pasar Malam Imlek, di Tanjungpinang, Rabu (14/2/2018) malam.

Menurut Nurdin, saat perayaan seperti Imlek ini, masyarakat di Kepri juga tampak saling membaur. Bahkan saling berkunjung ke teman dan rekan yang merayakannya.

Saat ke pasar malam Imlek, Nurdin melihat pembauran itu semakin baik. Saling sapa antara masyarakat seperti sudah lama tidak bertemu.

Nurdin menyampaikan bahwa pihaknya berharap sikap toleransi masyarakat Kepri antara sesama terus membumi. Tidak mudah terpancing isu-isu yang ingin menceraiberaikan masyarakat Kepri

Nurdin pun ikut menyapa para pedagang yang memanfaatkan malam terakhir pasar imlek itu. Nurdin juga berbelanja CD lagu lagu berbahasa mandarin. Setelah dibeli, CD tersebut diberikan kepada masyararakat Tionghua yang berkunjung.

Nurdin terlihat senang dapat membaur dengan sejumlah masyarakat Tionghua yang berada di seputaran pasar malam tersebut. Tak hanya masyarakat Tionghua, sejumlah masyarakat Tanjungpinang juga memanfaatkan pasar malam itu itu berbelanja dan 'berwisata'.

Pada kesempatan itu, Nurdin memgucapkan selamat menyambut tahun baru Imlek kepada masyarakat Tionghua di Kepri. Kepada yang mudik, ke berbagai pulau di Kepri, Nurdin mengingatkan untuk berhati-hati dan jangan memaksa jika kapal penuh.

Editor: Yudha