Warga Keluhkan Pembakaran Limbah di Batuaji
Oleh : Yosri Nofriadi
Rabu | 14-02-2018 | 17:42 WIB
limbah-di-batuaji.JPG honda-batam
Puing-puing sisa pembakaran limbah di Batuaji Batam. (Foto: Yosri Nofriadi)

BATAMTODAY.COM, Batam - Warga Perumahan Bagaman dan Marina Grand, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji Batam gerah dan merasa tidak nyaman akhir-akhir ini. Karena udara di lingkungan tempat tinggal tercemar oleh asap pembakaran limbah karet dan komponen elektronik di lahan kosong bekas PT IBL samping perumahan mereka.

Anggota Lembaga Pemberdaya Masyarakat (LP) Kelurahan Tanjunguncang Leo Lasmana menuturkan, situasi lingkungan yang tak nyaman itu sudah sering kali disampaikan ke aparat pemerintah terkait, namun sampai saat ini belum ada tindakan apapun.

"Sejak tahun 2013 kami sampaikan ke Bapedalda (saat ini Dinas Lingkungan Hidup) tapi tak ada tindakan apapun. Bahkan limbah ini sebagian sudah dibenamkan (oleh pihak peruahaan) di lokasi reklamasi belakang perumahan Bagaman," ujar Leo.

Dengan adanya keluhan itu Leo dan warga di sana berharap ada tindak lanjut dari instansi pemerintah terkait dalma hal ini DLH kota Batam agar tidak lagi mengganggu kenyamanan warga. "Ini dulu PT IBL. Perusahaan pengolahan limba plastik dan VCB tapi sudah tutup tahun 2014 tanpa cleaning up (pembersihan) limbah-limbahnya," ujar Leo.

Limbah yang menumpuk di lokasi bekas pabrik itu, diakui Leo cukup banyak sebab perusahaan itu beroperasi sejak tahun 2009 lalu. Barang bekas VCB dan plastik dari berbagai perusahaan elektronik di Batam ditampung di lokasi perusahaan itu untuk didaur ulang. Perusahaan itu tutup pada tahun 2014 lalu tanpa terlebih dahulu membersihkan lingkungan perusahaan.

"Limbah-limbah ini sudah dipastikan jenis B3 limbah bahan beracun dan berbahaya karena ada zat kimia berbahaya dalam serpihan VCB ini. Dulu orang Bapedalda pernah sekali datang tapi tidak ada tindak lanjut. Padahal mereka juga akui kalau ini limbah B3," ujar Leo.

Camat Batuaji Ridwan saat dikonfirmasi membenarkan adanya keluhan itu."Iya ada, kalau tak salah kemarin (Selasa, 13/2) ada pembakaran di sana. Kami juga minta tolong pemadaman turun. Itu memang berbahaya makanya ini akan disampaikan ke pihak DLH," ujar Ridwan.

Pantauan di lapangan, lokasi penimbunan limbah tersebut persis disamping perumahan Bagaman, Tanjunguncang. Lokasi penimbunan merupakan halaman samping gedung bekas PT IBL tersebut. Gedung tersebut kini sudah kosong dan tidak memiliki plang atau tulisan apapun di depannya.

Editor: Dardani