Saat Jupiter Memukau Langit Singapore AirShow 2018
Oleh : Redaksi
Minggu | 11-02-2018 | 13:30 WIB
Jupiter_singapore.jpg
Penampilan Jupiter Aerobatic Team (JAT) di Spore AirShow 2018, Singapura, 6 Februari 2018. Berbagai manuver ditunjukkan tim JAT yang mampu menarik perhatian penonton. Rombongan JAT terdiri dari 12 perwira penerbang, dibantu sejumlah teknisi dan perwira pendamping yang bertugas antara lain sebagai LO dan Organizer

BATAMTODAY.COM, Singapura - Ajang Singapore Airshow 2018 mengandung banyak makna bagi keikutsertaan Indonesia pada pameran udara paling bergengsi di Asia Tenggara ini.

Selain ada Stand PTDI yang menampilkan mock-up pesawat N-219 dan Garuda Indonesia, kehadiran tim aerobatik kebanggaan Indonesia mencatat arti tersendiri di Singapura.

Tim aerobatik pada dasarnya adalah sebuah refleksi dari bagaimana disiplin yang keras, kerja sama yang kental, rasa percaya diri yang mapan, keterampilan yang tinggi, serta semangat juang dan kebanggaan sebagai Perwira Angkatan Udara Republik Indonesia, ditampilkan secara bersama-sama dalam sebuah aktivitas di bawah kualitas kepemimpinan yang sangat partisipatif sifatnya.

Itulah lebih kurang JAT ( Jupiter Aerobatic Team) dari Angkatan Udara Republik Indonesia yang datang dan tampil di Singapura.

JAT berangkat dari “sarang”-nya, pusat sekolah penerbang Angkatan Udara Lanud Adisutjipto Yogyakarta pada tanggal 31 Januari 2018. Rombongan terdiri dari 12 perwira penerbang, dibantu sejumlah teknisi dan perwira pendamping yang bertugas antara lain sebagai LO dan Organizer.

Sejumlah 7 pesawat KT-1 Wongbee, bergerak dari Yogyakarta - Halim - Palembang. Setelah semalam beristirahat di Palembang , pada tanggal 1 Februari melanjutkan penerbangan ke Changi melalui Tanjung Pinang.

Pada tanggal 2 Februari , tim melakukan gladi bersih dan pada hari yang sama Duta Besar RI untuk Singapura datang menyambangi JAT.
Tepat pada hari pembukaan Singapore Airshow 2018 tanggal 6 Februari, JAT tampil perdana yang mendapat sambutan yang sangat antusias walau belum banyak penngunjung yang datang, karena pada hari itu Airshow belum dibuka untuk umum.

Agak kurang menguntungkan bagi pihak penyelenggara, karena pada hari pertama penyelenggaraan Airshow telah terjadi kecelakaan yang dialami pesawat T-50 Black Eagle Angkatan Udara Korea Selatan pada saat take off.

Tidak ada korban jiwa pada kecelakaan tersebut, namun Bandar Udara Changi sempat ditutup selama 5 jam 30 menit, waktu yang dibutuhkan untuk tim investigasi kecelakaan dan tim recovery untuk menyiapkan landasan agar dapat siap dipergunakan lagi.

Dalam sebuah penyelenggaraan Airshow, sedikit saja ada gangguan maka dampaknya akan banyak sekali terhadap aliran acara yang sudah disusun rapih jauh sebelumnya.

Demikian pula halnya dengan kejadian ini, maka pihak penyelenggara telah meminta kepada JAT untuk tampil nyaris “setiap hari”, sebagai akibat Tim Aerobatik AU Korea Selatan yang gagal tampil.

Tidak mudah untuk dapat menyiapkan sebuah tim aerobatik untuk mampu tampil setiap hari, selain kesiapan pesawat yang harus prima, sang pilot pun harus berada dalam kondisi fisik yang tinggi.

Banyak yang kurang mengetahui bahwa melakukan penerbangan aerobatik itu sangat menguras tenaga fisik sekaligus psikis.

Konsentrasi untuk menampilkan gerakan-gerakan sangat presisi pada setiap momen yang berkecepatan tinggi, kelengahan sepersekian detik saja sudah akan menanggung risiko yang fatal. Di sini memang dibutuhkan ketangguhan mental yang sudah teruji.

Meski tampil nyaris setiap hari, akan tetapi JAT mampu tetap muncul dengan manuver-manuver standarnya ditambah dengan beberapa manuver-manuver kreasi baru, antara lain snake loop, cascade, dan forward display. Pada tanggal 7 Februari, JAT sempat dikunjungi juga oleh KSAU dan Panglima TNI.

Agak istimewa pada kesempatan airshow kali ini, pihak penyelenggara telah memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para pengunjung untuk dapat bertemu dengan para pilot JAT, beberapa saat setelah pertunjukan usai.

Acara yang disebut sebagai “Meet and Greet” itu tentu saja disambut dengan sangat antusias oleh para pengunjung, yang antara lain dapat memperoleh tandatangan para pilot JAT dan sekaligus juga tentunya adegan selfie yang sangat didambakan oleh para penggemar dan pencinta Tim Jupiter.

Rencananya JAT akan segera kembali setelah penutupan Singapore Airshow 2018, pulang ke sarangnya Jupiter yang merupakan lokasi dari Sekolah Penerbang Angkatan Udara Lanud Adisutjipto Yogyakarta.

Bravo Tim Aerobatik Jupiter, Bravo Angkatan Udara, Bravo Indonesia. Nenek moyangku orang pelaut, anak cucuku insan dirgantara!

Sumber: Kompas.com

Editor: Surya