Peringatan HPN 2018 di Padang Sumatera Barat

Ini Bentuk Penghargaan Jokowi untuk Adingoro
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 09-02-2018 | 17:50 WIB
jokowi-dinegoro-sumbar.jpg honda-batam
Presiden Jokowi menyerahkan sertifikat tanah kepada keluarga Adinegoro. (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Padang - Presiden sudah berada di Sumatera Barat sejak kemarin. Dalam rangkaian kunjungannya, ia bersama Ibu Negara menyempatkan diri mampir ke rumah tokoh pers nasional Djamaludin Adinegoro, di Jalan Prof M Yamin, Pasar Talawi, Sawahlunto, Kamis sore (8/2).

Dikutip dari website Sekretariat Kabinet, dalam kesempatan itu pula Presiden Jokowi menyerahkan langsung sertifikat tanah kepada keluarga Adinegoro, yang diterima oleh salah satu cucu Adinegoro, Eriswati Alamsyah.

Usai menyerahkan sertifikat tanah dan berbincang dengan pihak keluarga Adinegoro, Presiden dan Ibu Negara berziarah ke makam Pahlawan Nasional Prof Mohamad Yamin, yang lokasinya tidak jauh dari rumah Adinegoro. Yamin adalah kakak dari Djamaludin Adinegoro.

Djamaludin Adinegoro lahir di Talawi, Sawah Lunto, Sumatera Barat pada 14 Agustus 1904, dan mendapat gelar Datuk Madjo Sutan. Namun dia lebih menggunakan nama Adinegoro saat menempuh pendidikan di STOVIA tahun 1918-1925.

Meski memiliki nama Djamaludin Adinegoro, dia lebih sering menggunakan nama Adinegoro ketika menulis. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengabadikan namanya untuk penghargaan tertinggi insan jurnalis, yakni Piala Adinegoro.

Cucu Adinegoro, Eriswati Alamsyah, sempat pula menyampaikan kepada presiden soal rencana keluarga untuk menjadikan rumah kelahiran Adinegoro sebagai monumen.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak presiden yang telah memberikan perhatian yang luar biasa terhadap Adinegoro," kata Eriswati.

Eriswati mengaku bahwa Jokowi pun menyatakan kesediaannya membantu pembangunan monumen, dan berharap monumen itu akan bermanfaat untuk pendidikan, terutama bagi kemajuan pers Indonesia.

Kepada wartawan, Presiden Jokowi membenarkan rencana bantuan pemerintah untuk pembangunan museum itu.

"Ya tadi saya sudah menyampaikan kepada keluarga besar pemerintah siap untuk memberikan bantuan dalam pembangunan museum ini," kata Presiden Jokowi.

Menurut Jokowi, Adinegoro adalah tokoh pers yang harus dikenang karena pada masa ini ada kecenderungan masyarakat meninggalkan kesusastraan.

"Sehingga baik sisi jurnalisme, sisi penulisan, harus mengingat kembali kesejarahan dari beliau, Bapak Djamaluddin Adinegoro," ujarnya.

Sumber: RMOL
Editor: Dardani