PKP

Badminton Asia Team Championships 2018, Tim Putri Indonesia Kalahkan China 3-2
Oleh : Redaksi
Kamis | 08-02-2018 | 15:15 WIB
badminton-putri1.jpg honda-batam
Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta(badmintonindonesia)

BATAMTODAY.COM, Malaysia - Kemenangan pasangan ganda putri Rizki Amelia Pradipta/ Della Destiara Haris atas Cao Tong Wei/Yu Zheng, membuat tim putri Indonesia memastikan posisi sebagai juara grup Z Badminton Asia Team Championships 2018. Rizki/Della menang dua game langsung dengan skor 21-14, 19-21, 23-21.

Meski pun di atas kertas Rizki/Della jauh lebih diunggulkan, namun tak disangka-sangka pertarungan berlangsung begitu sengit. Bahkan akhir gim penentuan harus berakhir dengan adu setting. Poin dari Rizki/Della sangatlah krusial. Pasalnya sektor ganda menjadi andalan tim putri Indonesia.

Jika kehilangan satu angka dari Rizki/Della, maka beban Ruselli Hartawan yang turun di partai terakhir, tentu semakin berat. Apalagi Chen Xiaoxin yang bakal menjadi lawan Ruselli, lebih dijagokan.

"Kami sih tidak dibebankan, tetapi kami kan pasti mau menang, mau berusaha menyumbang angka untuk tim, apalagi Indonesia sudah unggul 2-1. Kami terlalu ingin menang, setelah menang di game pertama, kami justru terlalu hati-hati mainnya," kata Della usai pertandingan.

“Waktu di akhir-akhir gim, kami tidak mau memikirkan poin, yang penting bagaimana caranya shuttlecock masuk dulu ke area lawan. Semakin kami nafsu ingin mematikan lawan, mereka malah akan semakin bagus,” ujar Della.

"Lawan bermain nothing to lose, dan kami agak tertekan karena kalah di game kedua. Sebetulnya mereka hanya menunggu kami membuat kesalahan sendiri. Kami bersyukur tim putri bisa menang dari Tiongkok, sebetulnya yang tidak disangka itu Fitriani bisa menang di partai pertama, dia tampil luar biasa," kata Rizki.

Di partai pertama, Fitriani membuka jalan dengan menundukkan Chen Yufei, 16-21, 21-12, 21-15. Angka kedua diamankan pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang mengalahkan Du Yue/Li Yinhui dengan skor 21-18, 21-12.

Gregoria Mariska Tunjung yang turun di partai ketiga, harus mengakui keunggulan He Bingjiao dalam dua game langsung, 21-23, 10-21. "Saya sudah menjaga permainan lawan di game pertama yang banyak menurunkan bola. Namun di game kedua dia lebih banyak main reli, saya kurang ada inisiatif untuk mengambil kesempatan menyerang saat reli. He adalah pemain kidal, jadi pukulannya bagus, tidak bisa ditebak, power nya pun kuat,” kata Gregoria.

China merebut partai terakhir di tunggal puteri setelah Chen Xiaoxin berhasil mengalahkan tunggal ketiga Indonesia, Ruselli Hartawan 21-17, 21-17.

Sumber: Kompas.com
Editor: Yudha