PKP

Ikuti Tips Berikut Ini Saat Mobil Mogok Terendam Banjir
Oleh : Redaksi
Kamis | 08-02-2018 | 14:14 WIB
Banjir-di-Batam1.gif honda-batam
Ilustrasi mobil mogok terendam banjir di Simpang Kabil Batam. (Foto: Dok BATAMTODAY.COM)

BATAMTODAY.COM, Depok - Khusus pemilik mobil yang bermukim di wilayah rawan banjir, sangat disarankan tidak menyimpan kendarannya sementara waktu di rumah. Sebab ada potensi kerugian yang relatif besar jika mobil sampai terendam banjir.

Service Manager Bengkel Auto2000 GDC Depok Deni Andrian mengatakan, bila ketinggian banjir sampai merendam ruang mesin, masalah yang umumnya ditemui adalah rusaknya electronic control unit (ECU). ECU adalah salah satu perangkat terpenting yang menjadi otak kendaraan. ECU punya beberapa fungsi, di antaranya mengatur pengapian dan suplai bahan bakar ke mesin.

Jika sampai korslet, Deni menyebut ECU harus diganti dan biayanya relatif mahal. Deni mencontohkan untuk ECU Toyota Avanza harganya bisa mencapai Rp 12 juta.

"ECU kan otaknya mobil. Kalau rusak biayanya lumayan mahal. Avanza saja Rp 12 jutaan. Itu ECU-nya saja," kata Deni dilansir dari Kompas.com, Selasa (6/2/2018).

Untuk mobil yang terlanjur terendam banjir, Deni mengatakan ada cara untuk mencegah kerusakan ECU. Caranya dengan tidak langsung menghidupkan mesin.

Pemilik kendaraan disarankan untuk menyewa mobil derek untuk membawa mobilnya ke bengkel terdekat. Nantinya mekanik akan mengecek bagian apa saja yang terendam. Jika memang ditemukan ECU terendam, mekanik akan membongkar dan membersihkannya. Dengan cara ini, maka ECU tidak akan korslet. Sehingga pemilik tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk menggantinya.

Deni menyebut saran ini juga ditujukan untuk pengendara yang nekat menerobos banjir tinggi, namun tiba-tiba mogok di tengah jalan.

"Jadi kalau mogok, biarkan saja. Sebaiknya didorong atau diderek. Jangan langsung dihidupkan karena bisa bikin ECU korslet," ucap Deni.

Sumber: Kompas.com
Editor: Yudha