PKP

Ini Tuntutan Buruh FSPMI Batam dalam Aksi di Graha Kepri
Oleh : Irwan Hirzal
Selasa | 06-02-2018 | 11:50 WIB
fspmi02.jpg honda-batam
Ratusan buruh FSPMI Batam rayakan Ultah dengan melakukan unjuk rasa di depan Gedung Graha Kepri, Batam Center. (Foto: Irwan Hirzal)

BATAMTODAY.COM, Batam - Aksi unjuk rasa ratusan buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam di depan Gedung Graha Kepri, Batam Center pada Selasa (6/2/2018) berjalan lancar.

Unjuk rasa bersampena hari ulang tahun FSPMI ke-19 itu dilakukan untuk menyampaikan berbagai tuntutan kepada pemerintah, diantaranya mengontrol harga-harga sembako yang dinilai memberatkan masyarakat, serta menolak kenaikan harga listrik di Batam.

"Pemerintah di Kepri agar mengontrol harga sembako, dan bahan bakar minyak yang semakin menyengsarakan rakyat," ujar Panglima Garda Metal, Suprapto dalam orasinya.

Tingginya harga sembako seperti beras, kata Suprapto, bukan dinikmati oleh para buruh petani, melainkan dinikmati para pengusaha. Batam tidak memiliki sawah dan lahan kebun, sehingga pemerintah harus selalu mengontrol harga-harga di pasar.

"Harga beras tinggi di Batam, tetapi petani masih sengsara. Tingginya harga sembako dinikmati oleh para pengusaha," katanya.

Sementara buruh yang lain juga menyuarakan kenaikan tarif dasar liatrik Batam. Menurutnya tarif dasar listrik harus dilawan, karena kenaikan tarif sangat dirasakan kaum buruh.

"Listik naik, karena pasokan listrik dari Batu Bara. Itu disebabkan biaya trasportasi Batu Bara semakin hari meningkat. Kami harus melawan kenaikan yang menyengsarakan rakyat," pungkasnya.

Selain itu, buruh juga menolak upah murah. Di mana, buruh ingin hidup layak.

"Kami meminta Gubernur Kepri untuk menetapkan UMSK 2018, sebab gugatan pengusaha terhadap UMSK 2016 & 2017 semua ditolak PTUN, artinya bahwa Gubernur mempunyai kewenangan untuk menetapkan UMSK 2018," demikian Suprapto.

Editor: Gokli