Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Bangun Fasilitas Umun dan Pariwisata

Dunia Pendidikan Masih Memprihatinkan, Pemkab Bintan Justru Sibuk 'Hamburkan' Uang
Oleh : Syajarul Rusydy
Selasa | 23-01-2018 | 09:02 WIB
kondisi-perpustakaan-yang-memprihatinkan.jpg Honda-Batam
Kondisi perpustakaan sekolah SDN 03 Bintim yang memprihatinkan. Padahal sekolah tersebut dinobatkan sebagai sekolah percontohan bagi SD lainnya di Bintim (Foto: Syajarul Rusydy)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Di tengah gencarnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan melaksanakan pembangunan untuk memaksimalkan fasilitas periwisata maupun umum di Kecamatan Bintan Timur (Bintim), ternyata masih ada dunia pendidikan atau sekolah yang membutuhkan batuan, terlebih sekolah itu merupakan sekolah yang dinobatkan sebagai Sekolah Dasar (SD) Binaan.

Sekilas dari depan, SDN 03 Bintim terlihat biasa saja, sama seperti sekolah pada umumnya. Namun saat 5 meter hampir sampai ke sekolah tersebut, baru telihat hal yang memprihatinkan. Dapat dipastikan lapangan upacara itu bakal tergenang air saat hujan turun.

"Ya gitu la kondisinya, kalau hujan saat malam hari pasti pagi airnya tergenang. Murid-murid gak bisa upacara," sebut salah seorang guru, Rider, saat ditemui di SDN 03 Bintim, Senin (22/1/2018).



Menurutnya, halaman SDN 03 itu pernah akan dipasang paping blok. Saat itu sekolah SDN 03 terpilih sebagai tuan rumah dalam acara Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Namun paping blok yang seharusnya ada di halaman upacara, dialihkan ke depan gerbang masuk sekolah.

"Kemarin memang sempat dipasang, tapi belum lagi digunakan sudah dipindah ke depan. Waktu itu kita tuan rumah di acara POPDA, nah jadi dipindahin papingnya ke depan, biar kelihatan bagus gitu," kata Rider.

Selain halaman yang memprihatinkan, sekolah yang memiliki enam ruangan berlajar itu juga sangat butuh perhatian khusus. Bangunan semi permanen itu juga sudah tampak menua, terlebih bagian atas atau plafon.

"Sekolah ini kan peninggalan PT Antam juga, jadi sudah lama tidak pernah direnovasi," kata guru yang sudah mengajar selama 29 tahun di sekolah tersebut.



Bahkan kataya lagi, saat hujan turun, air bakal masuk ke dalam kelas di sekolah yang menjadi SD percontohan bagi sekolah lainnya itu. Murid-murid yang tengah belajar, terpaksa diungsikan ke kelas yang tidak bocor.

"Selain masuk air, kita juga khawatir kalau plafon tiba tiba jatuh dan menimpa yang ada di bawahnya, karena kondisi plafon yang udah mulai reput," sebut guru yang mengajar olahraga itu.

Dengan kondisi seperti itu, guru-guru yang mengajar di sekolah ini berharap, pemerintah dapat melihat, dan memberikan bantuan. Agar SD yang dinobatkan sebagai SD Binaan itu bisa lebih layak lagi dari segi bangunan dan lainnya.

"Kalau kita ya berharap, sekolah kita dibantu la untuk direnovasi. Agar apa-apa yang menjadi kendala bisa teratasi," harap Rider yang diaminin guru lainnya.

Editor: Udin